Breaking News:

KKB Papua

Rebut Markas KKB Egianus Kogoya, Satgas Nemangkawi: Mereka Hanya Provokasi dan Gertak Sambal

Markas KKB pimpinan Egianus Kogoya yang berada di Kampung Paro, Kabupaten Nduga, Papua, berhasil direbut oleh pasukan gabungan TNI-Polri.

Editor: Astini Mega Sari
Kodam 17 Cenderawasih
ILUSTRASI TNI - Markas KKB pimpinan Egianus Kogoya yang berada di Kampung Paro, Kabupaten Nduga, Papua, berhasil direbut oleh pasukan gabungan TNI-Polri. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Markas kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya yang berada di Kampung Paro, Kabupaten Nduga, Papua, berhasil direbut oleh pasukan gabungan TNI-Polri.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Satgas Humas Nemangkawi, Kombes Pol M Iqbal Al Qudussy.

Iqbal mengatakan, dengan direbutnya markas mereka, maka aktivitas KKB di bawah pimpinan Egianus Kogoya akan semakin terdesak.

Baca juga: Tegaskan Bakal Buru KKB Jhony Botak, Kapolda Papua: Kita akan Tangkap Hidup atau Mati

"Kamp lama markas OPM pimpinan Egianus Kogoya di Kenyam, Nduga telah direbut aparat keamanan TNI-Polri," kata Kombes Iqbal melalui keterangan resminya pada, Rabu (31/3/2021), dilansir dari Antara.

Iqbal mengungkapkan, TNI-Polri sudah bisa menguasai markas KKB pimpinan Egianus Kogoya sejak Sabtu, 27/3/2021.

Sosok Egianus Kogoya (dilingkari) yang dianggap oleh TNI/Polri sebagai orang yang paling bertanggungjawab terhadap berbagai aksi penembakan di Kabupaten Nduga, Papua
Sosok Egianus Kogoya (dilingkari) yang dianggap oleh TNI/Polri sebagai orang yang paling bertanggungjawab terhadap berbagai aksi penembakan di Kabupaten Nduga, Papua (Kompas.com/Istimewa)

Menurutnya, aparat keamanan memang perlu menguasai markas KKB pimpinan Egianus Kogoya karena mereka sering memunculkan konflik di Papua menggunakan kekerasan.

Bahkan, lanjut Iqbal, mereka tidak akan ragu untuk membunuh warga sipil yang tak sejalan dengan mereka.

Walau begitu, Iqbal mengatakan, bahwa kelompok-kelompok bersenjata di Papua itu sebenarnya tidak perlu terlalu ditanggapi.

Pasalnya, karena banyak yang sudah terdesak, mereka pada akhirnya memilih untuk menyerahkan diri.

"Pesan-pesan mereka hanya provokasi dan gertak sambal. Jajaran TNI-Polri akan terus melindungi masyarakat Papua. Jangan sampai ada korban dari kelompok gertak sambal ini," ujarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved