Breaking News:

KKB Papua

Kapolda Papua Bantah Tudingan KKB yang Sebut Guru Korban Penembakan adalah Mata-mata TNI-Polri

KKB menuding satu di antara guru yang ditembak mati di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, merupakan mata-mata Polri-TNI.

(Tribun-papua.com/Musa Abubar)
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri - Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri membantah tuduhan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menyebut salah satu guru yang ditembak mati merupakan mata-mata Polri-TNI. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Kelompok kriminal bersenjata (KKB) menuding satu di antara guru yang ditembak mati di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, merupakan mata-mata Polri-TNI.

Terkait hal itu, Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri dengan tegas membantah.

Fakhiri menjelaskan, para guru yang bertugas di pedalaman Papua sangat berjasa mencerdaskan generasi muda di wilayah itu.

"Kedua korban itu merupakan guru. Guru-guru ini hadir di sana untuk mencerdaskan generasi muda. Sumber daya manusia yang ada di Tanah Papua lebih khusus lagi di pegunungan itu dibentuk oleh para guru. Jadi kalau ada tuduhan semacam itu, bagi saya itu hanya manusia-manusia yang tidak punya nurani," kata Irjen Fakhiri di Timika seperti dikutip dari Antara, Senin (12/4/2021).

Kapolda Papua mengingatkan KKB tak mencari pembenaran atas tindakan kekerasan yang mereka lakukan.

Baca juga: Pasca-penembakan KKB, Bupati Puncak Minta Jaminan Keamanan untuk Guru dan Tenaga Medis di Beoga

Lokasi sekolah di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, yang sejumlah bangunannya dibakar oleh KKB pada Kamis (8/4/2021) lalu, Papua, Jumat (9/4/2021)
Lokasi sekolah di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, yang sejumlah bangunannya dibakar oleh KKB pada Kamis (8/4/2021) lalu, Papua, Jumat (9/4/2021) (Kompas.com/Istimewa)

Fakhiri mengutuk keras tindakan yang menewaskan dua guru di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua itu.

"Jangan mengaitkan ke hal-hal yang lain. Mereka yang melakukan tindakan itu adalah orang-orang yang tidak berperikemanusiaan, saya mau katakan bahwa perbuatan mereka sangat biadab," ujar Irjen Fakhiri yang merupakan putra asli Papua itu.

Menurut Fakhiri, masyarakat di pedalaman Papua seharusnya bersyukur karena masih ada guru, tenaga medis, dan pekerja kemanusiaan, yang mau mengabdi di daerah terisolasi.

Apalagi, wilayah pedalaman Papua jauh dari segala macam kemewahan duniawi.

Mereka di sana semata-mata melayani masyarakat setempat.

Halaman
123
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved