Breaking News:

KKB Papua

KKB Buat Cerita Ada Mata-mata TNI-Polri, Nekat Tembak Guru dan Siswa SMA yang Tak Bersalah

Pasca-menembak dua warga sipil, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua mengembuskan opini bahwa warga tersebut adalah mata-mata TNI-Polri.

(Puspen Mabes TNI)
Seorang pelajar tingkat SMA bernama Ali Mom (16) tewas ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Wuloni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Kamis (15/4/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM - Pasca-menembak dua warga sipil, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua mengembuskan opini bahwa warga tersebut adalah mata-mata TNI-Polri.

Pangdam XVIII Cenderawasih, Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, pun dengan tegas membantahnya.

Menurut Yogo, KKB telah mengeluarkan pernyataan tentang bahwa korban penembakan mereka adalah mata-mata di distrik Beoga dan distrik Ilaga.

Baca juga: Diduga akan Jual Amunisi ke KKB di Intan Jaya, Bripka HWS Masih Diperiksa Propam Polda Papua

Menanggapi hal tersebut, Yogo menyatakan korban penembakan KKB adalah benar-benar warga sipil.

Korban guru dan siswa ini tidak ada sangkut pautnya dengan aparat TNI dan Polri.

Guru tersebut juga telah mengajar selama bertahun-tahun.

"Itu mereka mengembuskan opini bahwa orang itu adalah mata-mata TNI-Polri, sehingga mereka ditembak."

"Padahal tidak ada, mereka adalah guru. Benar-benar guru yang sudah mengajar selama bertahun-tahun disitu," tegas Yogo dikutip dari tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Senin (19/4/2021).

Lebih lanjut, Yogo mengungkapkan, tudingan KKB tersebut adalah cara mereka untuk memutarbalikkan fakta.

"Tidak ada mata-mata. Itulah cara mereka untuk memutarbalikkan fakta," pungkasnya.

Baca juga: Geram Warganya Diteror, Bupati Puncak Peringatkan KKB: Kalau Mau Perang, Kami Siapkan Lapangan

Halaman
1234
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved