Breaking News:

KKB Papua

Roda Pemerintahan di Beoga Belum Berjalan meski Kondisi Keamanan Mulai Kondusif Pasca-Teror KKB

Situasi di Distrik Beoga dan Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, berangsur-angsur kondusif pasca-serentetan aksi teror yang dilakukan KKB

Penulis: Musa Abubar | Editor: Astini Mega Sari
(Humas Polda Papua)
Bupati Puncak Willem Wandik (3 dari kanan) bersama Kapolres Puncak Kompol I nyoman Puni, dan Dandim Puncak Jaya Letkol Inf Rofi Irwansyah ketika memantau kondisi di Kabupaten Puncak 

Laporan Wartawan Tribun-Papua, Musa Abubar

TRIBUN-PAPUA.COM - Situasi di Distrik Beoga dan Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, berangsur-angsur kondusif pasca-serentetan aksi teror yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Hal itu disampaikan Bupati Puncak, Willem Wandik dalam pertemuan lintas sektoral di Ilaga Kabupaten Puncak, Selasa (20/4/2021).

Menurut Wandik, kondisi terakhir di Distrik Beoga telah kondusif setelah ada pergeseran perkuatan pasukan TNI-Polri.

"Kondisi di Distrik Beoga sudah berangsur-ansur mulai aman dan pesawat sudah bisa masuk ke sana. Pergeseran pasukan TNI-Polri di Ilaga dan Beoga bukan untuk membuat masyarakat takut, namun lebih pada memberikan rasa aman kepada masyarakat,agar mereka bebas beraktvitas," kata Wandik, saat dikonfirmasi dari Jayapura, Rabu (21/4/2021).

Baca juga: KKB Targetkan Serang 19 Warga, Ini Kata Bupati Puncak Willem Wandik

Meski situasi sudah mulai kondusif, Wandik menyebut roda pemeritahan di Distrik Beoga belum sepenuhnya berjalan baik mengingat masih ada rasa trauma dari masyarakat di sana terutama bagi tenaga pendidik dan kesehatan.

"Memang TNI-Polri sudah amankan kondisi di Beoga, pesawat sudah bisa masuk ke sana. Hanya aktvitas pemerintahan, belajar-mengajar, dan kesehatan yang belum normal, kita harus akui itu," katanya.

Wandik mengatakan para pegawai tersebut masih membutuhkan trauma healing.

"Kita harus pastikan dan mampu menyakinkan mereka bahwa kondisi benar-benar aman bagi mereka, baru mereka bisa balik. Selama belum ada itu, pasti sebagai manusia mereka masih takut," ujar Wandik.

Sementara itu, Kapolres Puncak Kompol I nyoman Puni mengatakan kini aparat keamanan baik TNI maupun Polri terus bersinergi meningkatkan keamanan bagi masyarakat yang masih dihantui rasa takut lantaran aksi KKB.

Baca juga: Tantang KKB, Bupati Puncak: Kalau Mau Perang Kami Siapkan Lapangan Perang, Jangan Buat Takut Warga

"TNI-Polri sudah melakukan patroli bersama khususnya di wilayah ibu Kota Ilaga, terutama beberapa titik yang berpotensi adanya gangguan keamanan, termasuk melakukan rasia senjata tajam, patroli rutin sekala besar di bandara aminggaru, guna memastikan aktfitas penerbangan serta bongkar muat barang berjalan lancar, termasuk juga razia ke pasar Ilaga," ujar Kapolres.

Sementara itu, Damdim Puncak Jaya, Letkol Inf Rofi Irwansyah menyebutkan kehadiran TNI-Polri di Kabupaten Puncak semata-mata hanya untuk memberikan rasa aman dan nyaman dari berbagai gangguan yang dilakukan KKB.

"Kami dari TNI-Polri ada di Puncak untuk menjaga keamanan. Sehingga keberadaan kita tidak perlu ditakuti oleh masyarakat, kita kuat karena masyarakat, sehingga harus ada peran serta masyarakat," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus bersinergi dengan kepolisian untuk intens meningkatkan patroli demi menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Puncak agar terhindar dari gangguan KKB. (*)

Baca juga: Satgas Nemangkawi Sebut Paniel Kogoya Habiskan Dana Lebih dari Rp 1 Miliar untuk Pasokan Senjata KKB

Berita lainnya terkait KKB Papua

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved