KKB Papua
Gelar Aksi Demo, Mahasiswa UNIPA Kritik Label Teroris KKB: Rakyat yang akan Menjadi Korban
Sejumlah pemuda yang mengatasnamakan diri dari Forum UNIPA dan Parlemen Jalanan mengkritik label teroris yang disematkan pemerintah kepada KKB.
Penulis: Safwan Ashari Raharu | Editor: Roifah Dzatu Azmah
Laporan Wartawan Tribun-Papua, Safwan Ashari Raharusun
TRIBUN-PAPUA.COM - Sejumlah pemuda yang mengatasnamakan diri dari Forum Mahasiswa Universitas Papua (UNIPA) dan Parlemen Jalanan (Parjal) mengkritik label teroris yang disematkan pemerintah Indonesia kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Aksi yang dinamakan solidaritas peduli rakyat Papua tersebut digelar di halaman Universitas Papua, Kabupaten Manokwari, Papua Barat pada Senin (10/5/2021) pukul 10.00 WIT.
"Sesuai dengan kacamata mahasiswa, kami melihat pada puncaknya yakni pelabelan terorisme adalah bagian dari sebuah proses yang panjang," ujar mahasiswa UNIPA, Marselino Pigai saat menyampaikan orasi.
Ia menilai label teroris kepada KKB merupakan pengaruh dari konspirasi ekonomi politik yang sedang terjadi.
"Semenjak zaman ke zaman itu adalah bicara tentang kepentingan ekonomi politik di Papua yang di mana rakyatnya harus ditindas dan dibasmi," ungkap Pigai.
"Saat ini rakyat sipil yang sudah terdata sebanyak 40 ribu telah mengungsi, semuanya bermula dari lebel KKB," ucapnya.
Baca juga: Teror KKB Reda, Warga Ilaga Puncak Bisa Beribadah di Gereja dengan Tenang
"Ketika TNI-Polri dan KKB dihadapkan maka rakyat akan menjadi korban, kami tidak mau, sebab pendekatan militerisme justru membasmi bangsa (orang Papua)."
Sebab, tidak ada lagi yang membedakan antara rakyat dan lainnya.
Selain itu, Koordinator Aksi, Frits Alom menambahkan saat menyampaikan pernyataan sikap, pihaknya menolak pemberian lebel terorisme kepada KKB.
"Pemerintah harus segera bertanggungjawab terhadap pengungsi di kabupaten Nduga dan juga Puncak Jaya Papua," tuturnya.
"Pemerintah harus segera menarik militer baik organik maupun non-organik dari tanah Papua."
Bahkan, pihaknya juga meminta agar pemerintah harus membuka akses jurnalis baik nasional dan internasional agar masuk ke Papua.
Baca juga: Buru KKB yang Bakar Rumah Warga, Satgas Nemangkawi Kumpulkan Saksi dan Korban
Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Manokwari, Aloysius Siep mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti aspirasi mahasiswa.
"Kami sudah diskusikan bersama pimpinan DPR, akan ditindaklanjuti serta menyurati sejumlah jajaran seperti DPRD provinsi Papua Barat, Gubernur, Bupati dan bahkan Presiden," ujar Aloysius.
Kata dia, hari ini hanya sedikit orang yang melakukan aksi mewakili orang Papua semua.
"Sedikit ini tersisa untuk menyelamatkan yang lainnya. Menyuarakan yang tak bersuara kalau bukan kita siapa lagi," ucapnya.
"Besok kami akan tindaklanjuti hasil pernyataan sikap ini," imbuhnya.