Pasca-tewasnya Briptu Mario Sanoy, AKBP Cahyo Sukarnito Minta Seluruh Personel Waspada
Kapolres Pegunungan Bintang, Papua, AKBP Cahyo Sukarnito telah menginstruksikan seluruh jajarannya selalu siaga setiap saat.
Laporan Wartawan Tribun-Papua.Com, Ridwan Abubakar
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Setelah pembunuhan Briptu Mario Sanoy, satuan di jajaran Polres Pegunungan Bintang di instruksikan untuk waspada.
Kapolres Pegunungan Bintang, Papua, AKBP Cahyo Sukarnito telah menginstruksikan seluruh jajarannya selalu siaga setiap saat.
"Kewaspadaan selalu kami utamakan, apalagi, ada rentetan penembakan di Kabupaten Pegunungan Bintang," ucapnya, ketika dihubungi melalui telepon seluler, Minggu (30/5/2021) malam
"Tim khusus atas perintah Kapolda masih bekerja. Kami masih menunggu hasil investigasi," ucapnya.
Ia menyampaikan jenazah Briptu Mario telah di evakuasi dan kini di rumah duka di Kawasan Argapura, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua
Baca juga: Melalui Postingan di FB, KKB Klaim Jadi Dalang dari Tewasnya Briptu Mario Sanoy
OPM Tanggung Jawab
Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom mengkalim pihaknya bertanggung jawab atas penembakan di Polsubsektor Oksamol, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.
Lanjut Sebby, Panglima Komando Lamek Taplo menyerang Polsek Warasmol pada Jumat (28/5/2021) sekitar 05.15 WIT.
Akibat penyerangan tersebut, Kepala Kapolsubsektor Oksamol, Briptu Mario Sanoy gugur.
Tak hanya itu, diketahui tiga senjata api yang ada di lokasi sudah raib.
Sebby menuturkan mereka merupakan dalang dari penembakan dan perampasan senjata tersebut.
"Telah dilaporkan langsung oleh Panglima Komando Daerah Pertahanan 15 Ngalum Kupel Brigadier General Lamek Taplo bahwa mereka telah berhasil tembak mati Kapolsek Warasmol dan berhasil rampas dua pucuk senjata Api Laras Panjang Standard serta satu pistol," kata Sebby yang dikutip dari media sosial Facebook TPNPB-OPM, Minggu (30/5/2021).
Fakta Penyerangan Polsubsektor Oksamol
Melalui informasi yang di himpun Tribun-Papua.com, sebelum Briptu Mario Sanoy ditemukan tewas, warga sempat melihat enam OTK di lokasi.