Jayapura Terkini
Bosan dengan Koteka dan Taring Babi, Whens Tebay Cs Garap Film Sa Papua
Kita harus buktikan bahwa Papua juga sudah modern,jangan berstigma negatif selalu untuk Papua,Papua punya anak remaja juga gaul
Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Thamzil Thahir
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com; Hendrik R Rewapatara
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Sutradara film kelahiran Wamena, Papua, Whenslaus Tebay (29), unjuk idealisme dalam film Sa Papua (Saya Papua).
Bersama beberapa rekannya, Whens Tebay coba menampilkan sosok lain Tanah Papua.
"Kami sebenarnya bosan melihat banyak film yang tampilkan taring babi, baju koteka, rumah Honai dan lain lagi," tegas Samuel Vino, salah satu rekan Whens di Bumi Perkemahan (Buper) Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, Senin (21/6/2021) siang.
Di bumi perkemahan itu, belasa kru film, artis dan figuran membaur untuk pengambilan gambar perdana film Sa Papua.
Pembuatan film yang akan hadir di Papua bertema Pendidikan dan aktifitas seputar anak Papua.
Baca juga: Samuel Vino: Film Sa Papua, Refolusi Baru Film di Tanah Papua
Inilah yang menjelaskan kenapa venue shooting memilih backgroud SMAN 3 Jayapura.
Warga dan remaja berkerumun menyaksikan pengambilan gambar perdana ini.
Lalulintas di ruas Jl Merah Putih, Buper Waena, sempat melambat, menyusul antusiasme warga dan para kru film.
Film ini digarap PT Cenderawasih Satu Cinema.
Lembaga ini bekerja sama dengan beberapa komunitas fotografi serta video di Papua.
Samuel Vino (49), asli Maluku, pendamping pembuatan film, menjelaskan film ini sebagai revolusi terbaru film di Tanah Papua.
"Kita harus buktikan bahwa Papua juga sudah modern, jangan berstigma negatif selalu untuk Papua,Papua punya anak remaja juga gaul ,Papua punya anak motor juga ada," ujar Samuel saat ditemui Tribun-Papua.com, Senin (21/6/2021).
Dia menjelaskan, apa yang harus ditampilkan jangan hanya koteka, taring babi dan Honai, tapi sekarang ini banyak hal modern di setiap anak Papua sudah hadir,maka dari itu harus ditampilkan.
"Papua juga punya anak-anak motor, sama seperti di Jakarta, Bandung dan anak-anak di Surabaya."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/2021-06-21_sa_papua11.jpg)