SOSOK

Yosias Andi Arwam, Pemuda Papua Raih Beasiswa hingga Jadi Pilot

Jejek rekam pendidikannya, dimulai sejak ia duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), yakni di SD Bonaventura Sentani, Kabupaten Jayapura dan lulus 2003.

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
YOSIAS ANDI ARWAM - Kisah Yosias Andi Arwam yang menjadi pilot dari Papua, meraih beasiswa Program Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat di Balai Pendidikan dan Pelatihan (BP2) Penerbang Banyuwangi hingga menjadi seorang Kapten di Alda air. 

Setelah melalui berbagai tahapan proses seleksi yang ketat, Yosias pun lulus dan diterima sebagai calon pilot Agustus 2018.

Dari situlah perjalanan menjadi kapten, yang ditempuh oleh Yosias dimulai.

Dirinya harus melewati berbagai tahapan pelatihan, mengikuti base training 5 jam terbang.

Dalam fase itu, setiap calon pilot ditargetkan untuk mendapatkan peringkat C208B Grand Caravan.

Baca juga: KKB Sandera Pilot dan Penumpang Pesawat, Kecewa Tak Dapat Jatah Dana Desa dari Kepala Kampung

Kemudian dilanjutkan dengan mengikuti line training selama 75 jam terbang, yang merupakan syarat mutlak untuk memperoleh release sebagai calon First Officer (FO).

Target selanjutnya, Yosias harus bisa memenuhi Gaining Hours sebesar 75 sampai 650 selama jam terbang, sebagai syarat untuk menjadi seorang kapten.

Hal itu semua dilalui Yosias dengan tekun, hingga ia berhasil menapaki tahapan puncak atau penentuan akhir, yakni target terbang atau captaincy sebesar 650-750 untuk menjadi kapten profesional yang berlisensi.

Setelah mengikuti semua tahapan dalam pelatihan dan pengujian, akhirnya Yosias berhasil mendapatkan rilis dari instruktur, untuk dapat menerbangkan pesawat sebagai In Command (PIC) dan resmi menjadi kapten 20 Juni 2020.

Masih teringat di benaknya,  rute penerbangan pertamanya terbang sebagai Captain yaitu, Sentani – Batom – Senggeh – Batom – Senggeh – Batom – Senggeh – Batom – Sentani.

"Saat itu, saya banyak mengucap syukur kepada Tuhan dan kedua orangtua serta keluarga," kata Yosias di balik gawainya.

Disinggung soal tantangan menjadi seorang kapten di wilayah Papua, Yosias mengakui kondisi geografis dan cuaca ekstrim dan sulit diprediksi menjadi perhatian khusus.

Namun, Yosias mengaku hal-hal itu menjadikan dirinya selalu sigap dan mengambil keputusan yang tepat dan benar.

Pria kelahiran Biak itu juga berpesan dan motivasinya kepada seluruh anak-anak muda Papua.

 "Jika saya bisa, maka saudara-saudara ku yang lain juga pasti bisa, tetap berjuang dan selalu andalkan Tuhan di setiap rencana. Papua mampu, kita bisa," katanya dengan tegas.

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved