SOSOK
Yosias Andi Arwam, Pemuda Papua Raih Beasiswa hingga Jadi Pilot
Jejek rekam pendidikannya, dimulai sejak ia duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), yakni di SD Bonaventura Sentani, Kabupaten Jayapura dan lulus 2003.
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Dari situlah perjalanan menjadi kapten, yang ditempuh oleh Yosias dimulai.
Dirinya harus melewati berbagai tahapan pelatihan, mengikuti base training 5 jam terbang.
Dalam fase itu, setiap calon pilot ditargetkan untuk mendapatkan peringkat C208B Grand Caravan.
Baca juga: KKB Sandera Pilot dan Penumpang Pesawat, Kecewa Tak Dapat Jatah Dana Desa dari Kepala Kampung
Kemudian dilanjutkan dengan mengikuti line training selama 75 jam terbang, yang merupakan syarat mutlak untuk memperoleh release sebagai calon First Officer (FO).
Target selanjutnya, Yosias harus bisa memenuhi Gaining Hours sebesar 75 sampai 650 selama jam terbang, sebagai syarat untuk menjadi seorang kapten.
Hal itu semua dilalui Yosias dengan tekun, hingga ia berhasil menapaki tahapan puncak atau penentuan akhir, yakni target terbang atau captaincy sebesar 650-750 untuk menjadi kapten profesional yang berlisensi.
Setelah mengikuti semua tahapan dalam pelatihan dan pengujian, akhirnya Yosias berhasil mendapatkan rilis dari instruktur, untuk dapat menerbangkan pesawat sebagai In Command (PIC) dan resmi menjadi kapten 20 Juni 2020.
Masih teringat di benaknya, rute penerbangan pertamanya terbang sebagai Captain yaitu, Sentani – Batom – Senggeh – Batom – Senggeh – Batom – Senggeh – Batom – Sentani.
"Saat itu, saya banyak mengucap syukur kepada Tuhan dan kedua orangtua serta keluarga," kata Yosias di balik gawainya.
Disinggung soal tantangan menjadi seorang kapten di wilayah Papua, Yosias mengakui kondisi geografis dan cuaca ekstrim dan sulit diprediksi menjadi perhatian khusus.
Namun, Yosias mengaku hal-hal itu menjadikan dirinya selalu sigap dan mengambil keputusan yang tepat dan benar.
Pria kelahiran Biak itu juga berpesan dan motivasinya kepada seluruh anak-anak muda Papua.
"Jika saya bisa, maka saudara-saudara ku yang lain juga pasti bisa, tetap berjuang dan selalu andalkan Tuhan di setiap rencana. Papua mampu, kita bisa," katanya dengan tegas.
Sekadar diketahui, Balai Pendidikan dan Pelatihan (BP2) Penerbang Banyuwangi sebagai tempat pendidikan Yosias, merupakan institusi pendidikan untuk menjangkau ketersediaan pilot profesional di kawasan Indonesia Timur dengan beasiswa yang diberikannya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/25062021-yosias-andi-arwam.jpg)