KKB Papua
Cerita 50 Pekerja yang Kabur 2 Hari dari KKB di Yahukimo: Kami Lari Terus dan Ambil Anak-anak
Sebanyak 50 pekerja di Kampung Bingky, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua kabur dari KKB.
TRIBUN-PAPUA.COM - Sebanyak 50 pekerja di Kampung Bingky, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua kabur ketakutan dengan datangnya Kelompok kriminal bersenjata (KKB), pada Kamis (24/6/2021).
KKB pimpinan Tendius Gwijangge alias Tendinus Murib tersebut sembat menembak empat tukang bangunan dan membuat Obaja Nang, kepala suku setempat, mengalami luka tembak di bagian kaki.
Selain korban-korban tersebut, KKB juga menyerang para pekerja jembatan.
Baca juga: Dari Januari hingga Juni 2021, KKB Papua Lakukan 55 Aksi Teror dan 22 Orang Jadi Korban Tewas
Baca juga: 50 Pekerja di Yahukimo yang Kabur dari KKB Ditemukan, Polda Papua: Tapi 1 Mandor Belum Ketahuan
50 pekerja kabur
Para pekerja jembatan yang berjumlah sekitar 50 orang, berhasil melarikan diri.
Salah satu pekerja PT Papua Cremona berinisial K, yang melarikan diri dari serangan KKB mengaku, sudah berada di sebuah distrik di Kabupaten Asmat, dengan enam anak buahnya.
Ia mengatakan, perusahaannya sedang mengerjakan pembangunan Jembatan Kali Kupa di Kampung Musumbua.
Pada Kamis (24/6/2021) pagi, rombongan pekerjanya dengan menggunakan tiga unit truk sedang menuju lokasi pengambilan ciping di Brantas.
Namun, sebelum tiba di lokasi, dari kejauhan terlihat tiga orang dengan memegang senjata tajam dan panah sudah berdiri di tengah jalan.
Merasa situasi tidak aman, K yang berada di truk pertama memerintahkan sopir untuk memutar kendaraannya dan melarikan diri.
Diberondong tembakan
Firasatnya benar karena ketika berputar, muncul lagi beberapa orang lainnya ke tengah jalan dan melepaskan tembakan.
"Jadi, sekitar jam 9 pagi, kami tiga mobil dari lokasi proyek mau ke Brantas ambil material ciping. Sampai di kali kami dihadang sama OTK, mereka pegang parang sama panah, karena kami tahu orang ini pakai arang hitam dimuka, kami langsung putar mobil dengan jarak mobil dari mereka sekitar 20 meter," kata K, saat dihubungi Kompas.com pada Kamis (24/6/2021) malam.
Beberapa kali suara tembakan terdengar dari para pelaku.
Peluru sempat mengenai truk ketiga, namun tidak berakibat fatal karena kendaraan tersebut masih tetap bisa berjalan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/empat-jenazah-yang-tewas-dibunuh-kkb.jpg)