Breaking News:

Bubarkan Demo Tolak Otsus Papua, Polisi Tahan 23 Mahasiswa: Massa Melempari Batu kepada Petugas

Polisi mengamankan 23 orang terkait demonstrasi yang digelar oleh mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Kota Jayapura, Rabu (14/7/2021).

Editor: Claudia Noventa
Tribun-Papua.com/Tio Effendy
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri - Polisi mengamankan 23 orang terkait demonstrasi yang digelar oleh mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Kota Jayapura, Rabu (14/7/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM - Polisi mengamankan 23 orang terkait demonstrasi yang digelar oleh mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Kota Jayapura, Rabu (14/7/2021).

Aksi demonstrasi itu dilakukan sebagai upaya menolak revisi Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) di Tanah Papua.

Para mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di dua lokasi Universitas Cenderawasih yang akhirnya dibubarkan oleh pihak kepolisian.

"Gunakan intelektual mu untuk hal positif, jangan lakukan hal yang tidak baik. Permohonan sudah diajukan ke pihak Polri dan telah ditolak, karena mereka nekat lakukan, tentunya kami bubarkan," ujar Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri, di Jayapura, Rabu.

Baca juga: Kebakaran di Pasar Lama, 59 Warga Tak Miliki KTP Kota Jayapura

Baca juga: Mensos Risma Ancam Kirim Pegawai ke Papua, Amnesty International: Mengandung Rasisme dan Merendahkan

Alasan lain mengapa aksi mahasiswa tersebut dibubarkan adalah karena mereka tidak menjalankan protokol kesehatan di massa pandemi Covid-19.

"Ini mahasiswa, dia mengetahui betul perkembangan Covid di Papua, khususnya di Kota Jayapura, sedang meningkat, kok ada skenario yang mereka bikin untuk melaksanakan aksi demo yang di dalamnya banyak muatan politis," kata Fakhiri.

Setelah diamankan, Fakhiri memerintahkan agar mereka diperiksa antigen guna mengetahui apakah mereka terpapar Covid-19 atau tidak.

Selain itu, Fakhiri menegaskan bila ada tokoh intelektual yang menggerakan mahasiswa untuk melakukan aksi tersebut.

Menurut dia, Polda Papua akan segera memanggil yang bersangkutan untuk diperiksa.

"Merkeka menggunakan mahasiswa untuk melakukan aksi yang tidak pantas, para intelektual ini akan saya periksa," kata dia.

Baca juga: Kepala Dinas Sosial: Kebakaran di Pasar Lama Jayapura Akibat Kelalaian Warga

Baca juga: 3 Arena Tambahan PON XX Papua Dipastikan Tuntas Akhir Juli, Basuki Hadimuljono: Sudah 95,85 Persen

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved