LAWAN COVID 19

Kasus Covid-19 Melonjak di Papua, Ini Instruksi Gubernur Lukas Enembe

Gubernur Lukas Enembe menginstruksikan sejumlah hal kepada pihak rumah sakit agar mengendalikan penangan covid-19 dan memastikan pelaksanaan PON

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Musa Abubar
(KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI)
Juru Bicara Satgas Covid-19 Papua Silwanus Sumule 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Menyikapi trend kasus Covid-19 di Papua yang terus meningkat, Gubernur Lukas Enembe menginstruksikan sejumlah hal kepada pihak rumah sakit agar mengendalikan virus mematikan itu.

Instruksi lainnya yaitu Panitia Besar PON Papua memastikan pegelaran momentum akbar empat tahunan itu harus dilaksanakan.

Baca juga: Ekstra Kerja, 46 Petugas Medis RSUD Jayapura Terpapar Covid 19

Demikian disampaikan Jurus Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua Silwanus Sumule kepada awak media di Jayapura, Jumat (16/7/2021).

Instruksi Gubernur Lukas Enembe kepada tim Satgas Penanganan Covid-19, ialah mengendalikan penyebaran Covid 19 di provinsi paling timur ini.

Baca juga: Vaksinasi Masif Terus Dilakukan TNI, Pegawai Positif Covid-19 hingga Kasus Money Laundry

Kemudian memastikan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) mulai dari minggu kedua, hingga ketiga bulan September 2021 yakni 2 sampai 15 Oktober 2021.

Terkait itu, kata dia, Gubernur Lukas berharap pengendalian Covid-19 sudah harus terlaksana.

Baca juga: Memasuki Tahun Ajaran Baru, SMA Teruna Bakti Waena Perketat Prokes Covid-19

Menyikapi instruksi Gubernur Papua, Silwanus mengatakan 70 persen warga yang berada di sekitar venue-venue pelaksanaan PON, sudah harus divaksinasi.

"Itu termasuk juga di Kabupaten Keerom, Merauke dan Kabupaten Mimika," ujarnya.

Baca juga: Khairul Lie: PPKM Mikro Hari Kedua, Pasien Covid-19 Tambah 29 Orang di Kabupaten Jayapura

Lanjut dia, yang menjadi tolok ukur pelaksanaan PON dengan penonton atau tidak, nantinya diamati selama 2 bulan ini.

LAWAN COVID19 - Suasana vaksinasi massal Covid 19 di Kelurahan Vim Kora Raja, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Selasa (6/7/2021).
LAWAN COVID19 - Suasana vaksinasi massal Covid 19 di Kelurahan Vim Kora Raja, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Selasa (6/7/2021). (Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara)

"Selama Juli dan Agustus 2021 ini yang nantinya akan menjadi kunci jawaban, pelaksanaan PON tanpa penonton atau tidak," katanya.

Baca juga: SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura Siapkan Wifi dan 3 Ruangan Selama Belajar Daring

Silwanus menyebutkan, September 2021 Pemerintah Daerah Provinsi Papua, akan mengambil keputusan, terkait pelaksanaan PON di 4 daerah administratif tersebut.

Untuk itu, pihaknya berharap ada kerja sama dari semua elemen masyarakat, pimpinan daerah, dan juga unsur terkait, guna menyukseskan upaya pengendalian Covid-19 jelang PON XX 2021.

Baca juga: Ini Ciri-ciri Gejala Covid-19 Varian Delta yang Mudah Menular dan Berbahaya

"Tidak tertutup kemungkinan, Papua akan lockdown, apabila ekskalasi kasus Covid 19 semakin meningkat," ujarnya.

Dia mengingatkan masyarakat Papua agar tetap mendisiplinkan protokol kesehatan.

Baca juga: Cara Mengonsumsi Cengkeh untuk Memiliki Kekebalan Tubuh yang Baik

"Tim Satgas Covid 19 memohon dengan sungguh-sungguh, untuk menerapkan protokol kesehatan kepada semua pihak," katanya.

Ia juga menginstruksikan kepada aparat keamanan, dalam hal ini pihak TNI/POLRI, agar tak ragu-ragu menindak tegas segala bentuk ketidakdisiplinan terhadap prokes dan pembatasan waktu beraktivitas (jam malam).(*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved