LAWAN COVID19

SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura Siapkan Wifi dan 3 Ruangan Selama Belajar Daring

Meski demikian, pihak yayasan membatasi akses internet mulai pukul 08.00 WIT hingga pukul 12.00 WIT, sesuai jam operasional sekolah.

Tribun-Papua.com/Tirza Bonyadone
BELAJAR DARING - SMA YPPK Teruna Bakti di Jalan SPG Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, memberikan akses internet bagi siswanya selama pandemi Covid-19. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tirza Bonyadone

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Sekolah Menengah Atas (SMA) YPPK Teruna Bakti di Kelurahan Yabansai Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua, menyiapkan tiga ruangan serta fasilitas wifi untuk keperluan belajar mengajar secara daring. 

Sekolah ini aktif memberikan akses internet bagi para siswanya di masa pandemi Covid-19.

Wali Kelas X SMA YPPK Teruna Bakti, Virgo Maria (49), mengatakan penyediaan ruangan dan fasilitas internet di sekolahnya tak lain untuk menunjang proses pembelajaran.

"Kami menyediakan tiga ruangan yakni Lab Fisika, Lab Kimia dan Lab IT yang bisa dipakai oleh murid," kata Maria, yang sudah 19 tahun mengabdi di sekolah ini, Jumat (16/7/2021).

Kepada Tribun-Papua.com, ia mengaku sebagian pelajar terkendala jaringan. Karenanya pihak yayasan mengambil kebijakan tersebut.

Baca juga: Warga Jayapura Inginkan Sekolah Tatap Muka Dilakukan di Zona Hijau

Baca juga: SMA YPPK Teruna Bakti Perketat Protkes, Lengkapi Fasilitas di Area Sekolah

"Tentu pihak sekolah melihat tidak semua anak mampu membeli kuota, untuk itu ini murni inisiatif sekolah  membantu mereka," ujar Maria.

Hanya, pihak yayasan membatasi akses internet mulai pukul 08.00 WIT hingga pukul 12.00 WIT, sesuai jam operasional sekolah.

"Walaupun kami memberi akses, tentu protokol kesehatan selalu kami terapkan di setiap ruangan yang dipakai siswa," kata perempuan yang tinggal di Kompleks Perumahan Guru Teruna Bakti.

Selain siswa, kata Maria, guru juga mengalami kendala yang sama terkait kuota internet. 

"Kami memang mendapat pulsa beberapa kali dari pemerintah, sehingga kadang kalau tidak mengajar di rumah. Nanti ada juga yang ke sekolah," ungkap wanita yang berasal dari Maumere, NTT.

Meski begitu, ia mengaku pihak sekolah juga menyediakan pulsa murah untuk mempermudah para guru dan siswa.

Telat bangun dan terlambat mengerjakan tugas, lanjut Maria, adalah kendala biasa selama proses belajar daring di sekolahnya.

Karenanya, ia memberikan kabar soal perkembangan setiap siswanya kepada masing-masing orang tua.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved