Breaking News:

Kampung Abar Sentani

Kepala Suku Kampung Abar Sentani, Minta Pemkab Jayapura Buka Akses Jalan Lingkar Selatan

Saat ini yang didambakan terwujudnya usulan warga Abar dari 2019 akses jalan, dari ruas jalan lingkar selatan masuk ke kampung ini

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: M Choiruman
TRIBUN-PAPUA.COM
INFRASTRUKTUR - Kepala Suku atau Ondoafi Kampung Abar Distrik Ebungfau Kabupaten Jayapura, Naftali Felle (60) meminta perhatian Pemerintah Kabupaten Jayapura, untuk membuka jalan lingkar selatan, dari perkotaan ke kampungnya Minggu (18/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kepala Suku atau Ondoafi Kampung Abar Distrik Ebungfau Kabupaten Jayapura, meminta pemerintah daerah segera merealisasikan pembangunan jalan lingkar selatan.

Saat ditemui Tribun-Papua.com Minggu (18/7/2021) Naftali Felle (60) selaku Kepala Suku Kampung Abar mengatakan, hingga saat ini, realisasi rencana pembangunan jalan lingkar selatan tersebut ditunda, karna pandemi Covid 19.

"Saat ini yang paling masyarakat dambakan, ialah terwujudnya usulan warga Abar dari tahun 2019, yakni akses jalan, dari ruas jalan lingkar selatan masuk ke kampung ini," ucapnya.

Arkeolog Papua Temukan Fosil Kayu Berumur 15 Juta Tahun di Perbukitan Kampung Abar Sentani 

Kisah Arkeolog Hari Suroto, Menelusuri Jejak Manusia Purba di Danau Sentani Papua

Naftali juga meminta kepada Pemda Kabupaten Jayapura dalam hal ini instansi teknis terkait, untuk segera merealisasikan rencana tersebut.

"Melalui Musrenbang kecamatan sudah disepakati, dan diajukan ke Musrenbang Kabupaten, hasilnya sudah diputuskan,"

Menurut Naftali, dengan adanya akses jalan masuk dari perkotaan ke Kampung Abar, ekonomi masyarakat akan semakin berkembang.

Selain itu, akan membantu masyarakat kampung, dalam membangun rumah, dimana membutuhkan kayu, sehingga memudahkan proses distribusi dari hutan ke kampung.

Wisata Kuliner Papua, Papeda Bungkus dan Ikan Louhan dari Kampung Abar Sentani

"Karena selama ini, kita berjalan kaki untuk mengambil kayu dan berkebun hingga 5 Km," katanya.

Naftali juga menjelaskan bahwa kebutuhan jalan tersebut dirasa sangat penting dan dibutuhkan masyarakat, sebab apabila jalan itu ada, maka mobilitas orang akan semakin mudah.

"Masyarakat sudah tidak harus menyeberang danau lagi untuk ke kota, tetapi bisa melalui jalan lingkar selatan," jelasnya.

Pria kelahiran 5 Mei 1961 itu, juga mengharapkan agar dalam tahun ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura dapat serius, dalam mengakomodir kebutuhan akses jalan yang diinginkan masyarakat di kampungnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved