Breaking News:

Kuliner

Papeda Panas dan Bungkus, Kuliner Khas Papua

Papeda merupakan kuliner khas Papua. Papeda berbahan pati sagu. Terdapat dua jenis papeda yaitu papeda panas dan papeda bungkus.

Editor: Musa Abubar
Hari Suroto for Tribun-Papua.com
Suasana beberapa warga makan papeda di Kampung Abar, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA-Papeda merupakan kuliner khas Papua. Papeda berbahan pati sagu. Terdapat dua jenis papeda yaitu papeda panas dan papeda bungkus.

Papeda panas sepintas mirip bubur, pembuatannya yaitu pati sagu diberi perasan air jeruk nipis kemudian disiram dengan air mendidih.

Papeda panas dinikmati dengan lauk ikan kuah kuning dan sayur tumisan daun pepaya. Olahan sagu lainnya yaitu papeda bungkus, papeda ini dibungkus menggunakan daun fotofe atau forofe (sejenis daun pisang-pisangan).

Baca juga: Keluarga Klemen Tinal Tutut Golkar Jelaskan Sosok Kandidat Cawagub Papua

Pembuatan papeda bungkus yaitu papeda panas diambil secukupnya kemudian dibungkus dalam daun fotofe. Selanjutnya didiamkan beberapa saat hingga papeda menjadi dingin, kemudian baru dapat dinikmati.

Papeda bungkus dinikmati dengan lauk ikan mujair atau ikan louhan goreng. Selain itu papeda bungkus juga dapat dinimkati dengan lauk ikan mujair atau ikan louhan asap dengan sayur tumisan daun pepaya atau bunga pepaya.

Baca juga: Jacksen F Tiago: Saya Belum Pikir Pengganti Boaz Solossa dan Yustinus Pae

Hari Suroto, peneliti Balai Arkeologi Papua mengatakan daun fotofe berbentuk seperti daun pisang berukuran kecil, secara tradisional secara turun temurun, oleh orang Papua dijadikan sebagai pembungkus makanan.

"Secara tradisional, tanaman fotofe ditanam di kebun, di sela-sela tanaman umbi-umbian lainnya," kata Hari Suroto kepada Tribun-Papua.com di Jayapura, Senin (19/7/2021).

Baca juga: DPD Partai Ummat Sambangi Warga Imbas Kebakaran di Pasar Lama Abepura

Pada 2010, Dinas Kehutanan Kabupaten Jayapura melakukan penanaman pohon jati di Kampung Abar, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura.

Bibit tanaman jati ini didatangkan dari Jawa. Saat ini pohon jati sudah berukuran besar, oleh masyarakat Abar daun jati berjatuhan dibiarkan begitu saja.

Baca juga: Aksi Tuntut Yansen Tinal Cawagub Papua, Yance Mote: DPP Partai Golkar Tak Lamban Tapi Teliti

Melihat potensi daun jati yang banyak ini, Beatriks Felle, terinspirasi daun jati sebagai pembungkus nasi atau tempe di Jawa, maka ia mencoba untuk membungkus papeda.

Baca juga: Akibat Pembangunan dan Mesin, Pohon Sagu Terancam Punah

Pada awalnya sempat ragu, khawatir papeda berubah warna menjadi merah atau rasanya berubah. Setelah dicoba, warna tidak berubah dan rasa papeda tetap sama.

Kreasi baru, tambah dia, papeda dibungkus daun jati ini akan ditampilkan dalam Festival Makan Papeda dalam Gerabah, 30 September 2021.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved