Breaking News:

Penelitian

Akibat Pembangunan dan Mesin, Pohon Sagu Terancam Punah

Sagu merupakan makanan pokok masyarakat Sentani. Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Jayapura yang begitu pesat, telah menyebabkan sagu terancam

Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Musa Abubar
Anakan pohon Sagu di Sentani, Kabupaten Jayapura 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA- Sagu merupakan makanan pokok masyarakat Sentani. Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Jayapura yang begitu pesat, telah menyebabkan banyak pohon sagu di sekitar Danau Sentani yang ditebang.

Pohon sagu banyak ditebang guna pembangunan jalan alternatif dan venue PON XX serta perumahan.

Baca juga: Ikuti Edaran, SMP Negeri 2 Jayapura Masih Berlakukan Kelas Daring

Pohon sagu juga cepat punah karena masyarakat Sentani telah menggunakan mesin pengolah sagu modern yang dinilai efisien, sehingga proses pembuatan pati sagu dapat dilakukan relatif singkat.

Hal ini tidak sebanding dengan pertumbuhan pohon sagu yang lambat. Dengan mesin ini dapat memproses lebih banyak batang sagu untuk digiling.

Baca juga: Kepala Kampung Nilai Pemerintah Tak Serius Kelola Hutan Sagu Terluas di Jayapura Papua

Namun produksi yang cepat ini tidak dibarengi dengan penanaman kembali bibit pohon sagu. Sagu yang ada di kawasan Danau Sentani sudah ada sejak zaman nenek moyang, tumbuh alami tidak ditanam.

Hari Suroto dari Balai Arkeologi Papua menyebutkan bukti arkeologi menunjukkan bahwa pemanfaatan sagu sebagai bahan makanan sudah ada sejak zaman prasejarah.

Baca juga: Sagu Gulung Jadi Incaran Pengunjung Shunshine Cafe Waena

Menurut dia, penelitian di situs-situs arkeologi kawasan Danau Sentani ditemukan artefak gerabah dan alat batu penokok sagu. Gerabah ini berfungsi untuk memasak papeda atau bubur sagu.

"Melestarikan hutan sagu berarti menjaga ketahanan pangan. Jika pohon sagu tidak ada lagi di Sentani, maka masyarakat Sentani jika ingin membuat papeda harus mengimpor sagu dari Papua Nugini," kata Hari kepada Tribun-Papua.com di Jayapura, Senin (19/2021).

Baca juga: Melihat Kearifan Orang Abar Sentani dalam Mengolah Sagu sebagai Pangan Lokal

Lebih parah lagi, kata dia, kuliner sagu akan tergantikan oleh nasi. Untuk melestarikan keberadaan hutan sagu dan tradisi budaya berkaitan dengan sagu, maka perlu kampanye tentang pelestarian hutan sagu dan penanaman kembali pohon sagu di kawasan Danau Sentani.

Selain itu, tambah dia, berbagai festival yang terkait dengan sagu harus dilanjutkan sesuai kalender event dan perlu didukung oleh semua pihak, baik itu Festival Sagu Kwadeware, Festival Ulat Sagu Yoboi dan Festival Makan Papeda dalam Gerabah Abar.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved