Feature
Melihat Kearifan Orang Abar Sentani dalam Mengolah Sagu sebagai Pangan Lokal
Untuk memperoleh tepung Sagu, bukanlah suatu hal yang mudah, sebab dibutuhkan waktu, tenaga ekstra dan juga alat yang khusus
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: M Choiruman
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Masyarakat Kampung Abar Distrik Ebungfau Kabupaten Jayapura Papua, punya kearifan lokal dalam proses pengolahan Sagu.
Berdasarkan penelusuran Tribun-Papua.com di Kampung Abar Sentani Minggu (18/7/2021), warga di kampung berpenduduk 198 orang itu, punya kearifan lokal dalam bentuk pembagian tugas mengolah Sagu.
• Arkeolog Papua Temukan Fosil Kayu Berumur 15 Juta Tahun di Perbukitan Kampung Abar Sentani
Saat ditemui Tribun-Papua.com Naftali Felle (60) selaku Kepala Suku atau Ondoafi Kampung Abar, menjelaskan proses pengolahan Sagu dan bentuk kearifan lokal di kampungnya itu.
"Untuk memperoleh tepung Sagu, bukanlah suatu hal yang mudah, sebab dibutuhkan waktu, tenaga ekstra dan juga memerlukan alat yang khusus pula," katanya.
Naftali menjelaskan, proses awalnya dimulai dengan pemilihan pohon Sagu, yang usianya sudah siap, untuk dipanen.
"Biasanya usia pohon yang siap untuk dipanen, yakni telah berumur 15 tahun," tandasnya.
• Kepala Suku Kampung Abar Sentani, Minta Pemkab Jayapura Buka Akses Jalan Lingkar Selatan
Setelah pemilihan pohon Sagu, maka langkah berikutnya, ialah dilakukan pembersihan tanaman atau batang pohon Sagu, dari sisa-sisa pelepah daun.
Dibersihkan juga dari tanaman lain, yang tumbuh di sekitar pohon Sagu, atau di sekeliling batang pohon dan selanjutnya dilakukan penebangan.
Naftali meneruskan, pohon Sagu yang telah ditebang, kemudian dikupas kulitnya, hingga terlihat serat (empulur) yang di dalamnya mengandung pati sagu.
• Wisata Kuliner Papua, Papeda Bungkus dan Ikan Louhan dari Kampung Abar Sentani
Kemudian menurut Naftali, serat atau empulur tersebut, diambil untuk diproses, hingga menghasilkan tepung Sagu.
Dalam pengambilan empulur, biasanya dilakukan dengan memangkur, atau dalam bahasa sehari-hari warga Abar, menyebutnya dengan sebutan menokok.
Tujuan dari menokok ini ialah, agar empulur dapat terpisah dari dalam batang pohon Sagu.
Pada saat proses pengambilan empulur dilakukan, berbarengan dengan dibuatkannya tempat peremasan, untuk menaruh empulur.
• Balai Arkeologi Papua Temukan Situs Megalitik Khulutiyau di Kampung Abar Sentani
Serat atau empulur yang telah diambil dari batang pohon Sagu, kemudian dimasukkan ke dalam tempat peremasan dan diaduk dengan air, sehingga pati Sagu dan empulur terpisah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/membuat-sagu.jpg)