Breaking News:

Covid 19 Papua

Imbas PPKM, Nike Mandowen Sulit Membeli Beras Kiloan

Akibat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari Pemerintah Kota Jayapura, dalam menekan laju Covid-19, berimbas pada kondisi perekonom

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
Nike Mandowen (26) salah satu penjual pinang 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Akibat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari Pemerintah Kota Jayapura, dalam menekan laju Covid-19, berimbas pada kondisi perekonomian penjual pinang.

Nike Mandowen (26) , salah satu penjual pinang, mengeluh dengan kebijakan PPKM tersebut lantaran pembeli menurun.

Baca juga: Kurbankan 3 Ekor Sapi di Idul Adha 1442 H, Kantor Pos Papua: Gotong Royong di Masa Pandemi

"Sejak PPKM diberlakukan, sangat menurun pendapatan kami, karena saat malam hari, seharusnya pembeli bisa lebih banyak," kata Niken kepada Tribun-Papua.com di Jayapura,Rabu (21/7/2021).

Niken yang tinggal di Jalan Campwolker Perumnas III Kelurahan Yabansai, Distrik Heram ini mengatakan, waktu saat sore hingga malam hari,saat yang tepat bagi pembeli.

Baca juga: Bupati Manokwari Minta Aksi Blokade Jalan Trikora Marampa Jadi Pelajaran Berharga

Menurut dia, kebanyakan pembeli singgah di lapaknya untuk membeli pinang pada sore hingga malam hari.

"Kalau sore sampai malam, orang banyak yang baru pulang kantor dan biasanya mereka cari pinang," ujarnya.

Nike menyebutkan, penghasilannya semenjak diberlakukannya PPKM, hanya berkisar Rp100 ribu hingga Rp 200 ribu.

Baca juga: Kasus Covid-19 Meroket, RSUD Jayapura Berupaya Pesan Mesin Penghasil Oksigen

Padahal sebelum adanya pandemi Covid-19, jika ia berjualan dari pagi, hingga malam hari, dia bisa meraup untung sebesar Rp1,5 juta.

Kini, kata dia, dia susah untuk membeli beras kiloan di pasar, sebab harus membagi pendapatannya dengan keperluan sekolah anaknya.

Baca juga: Pemicu Aksi Warga Blokade Jalan Trikora Manokwari Murni Kesalahan Informasi

"Cari Rp20 ribu untuk beli beras kiloan saja susah, belum lagi kebutuhan anak sekolah mulai dari buku dan seragam sekolah," katanya.

Dia berharap kepada pemerintah agar dapat membantu kondisi perekonomian yang dialaminya tapi juga pedagang kecil lainnya.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved