Breaking News:

Pendidikan

Mahasiswa Terlibat Demo Brutal Siap-siap Dikeluarkan dari Unipa Manokwari

Setiap mahasiswa yang terbukti terlibat dalam aksi yang berujung jatuh korban itu, akan didepak dari kampus.

Editor: Paul Manahara Tambunan
Tribun-Papua.com/Safwan Ashari Raharusun
Rektor Unipa Manokwari, Meky Sagrim saat memberikan keterangan pers 

TRIBUN-PAPUA.COM,MANOKWARI - Tindakan tegas terhadap mahasiswa yang terlibat demo brutal baru-baru ini akan diambil pihak Rektorat Unipa Manowari, Papua Barat.

Setiap mahasiswa yang terbukti terlibat dalam aksi yang berujung jatuh korban itu, akan didepak dari kampus.

"Semua yang statusnya sebagai mahasiswa yang terlibat dalam aksi tersebut, dinyatakan dikeluarkan," ujar Rektor Unipa Manokwari, Meky Sagrim kepada awak media, Kamis (22/7/2021

Seorang pegawai juga menjadi korban penganiayaan oleh mahasiswa dalam demo brutal yang terjadi pada Rabu (21/7/2021).

Baca juga: Unipa Manokwari Bawa Kasus Demo Brutal ke Jalur Hukum

Baca juga: Kejati Dalami Dugaan Korupsi Dana Rp20 Miliar di KPA Papua

Sagrim menegaskan, keputusan tersebut menyusul hasil rapat darurat senat dan civitas akademika.

Kata Rektor, seluruh mahasiswa harus melihat Universitas Papua (Unipa) sebagai ibu kandung.

AKSI MASSA - Polisi membubarkan massa di depan gedung Rektorat Unipa, Manokwari, Papua Barat, Kamis (22/7/2021).
AKSI MASSA - Polisi membubarkan massa di depan gedung Rektorat Unipa, Manokwari, Papua Barat, Kamis (22/7/2021). (Tribun-Papua.com/Safwan A Raharusun)

"Tempat di mana kalian (mahasiswa) belajar, bukan menjadi si Malin Kundang," ujarnya.

"Bagaimana kalian menjadi sarjana, mau menjadi orang pintar, mengurus tanah Papua, kalau modelnya macam begini," kata Sagrim.

Meky meminta kepada seluruh mahasiswa agar bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan kampus.

"Sementara lagi proses akreditasi, kenapa dibikin rusak begini," kesalnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved