Kamis, 28 Mei 2026

Virus Corona di Papua

Pro dan Kontra dari Masyarakat Papua terkait Penutupan Bandara serta Pelabuhan

Kebijakan penutupan bandara dan pelabuhan dilakukan demi menurunkan angka penularan Covid-19 yang melonjak di Papua.

Tayang:
Editor: Claudia Noventa
Tribun-Papua.com/Ridwan Abubakar Sangaji
Gubernur Papua Lukas Enembe - Update, Gubernur Papua, Lukas Enembe, berharap masyarakat Papua bersiap menghadapi kebijakan penutupan bandara dan pelatuhan. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Gubernur Papua, Lukas Enembe, berharap masyarakat Papua bersiap menghadapi kebijakan penutupan bandara dan pelatuhan.

Diketahui, Lukas Enembe, memang berencana menutup bandara dan pelabuhan pada Agustus 2021 mendatang.

Kebijakan tersebut dilakukan demi menurunkan angka penularan Covid-19 yang melonjak di Papua.

Baca juga: Fakta Viral Video Anggota Dewan Bernyanyi dan Berjoget di Kantor DPRD Malaka, Diduga Minum Miras

Baca juga: Dinyatakan Negatif Covid-19, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Masih Harus Jalani Pemulihan

Gubernur Papua Lukas Enembe.
Gubernur Papua Lukas Enembe. (Istimewa)

Respons masyarakat

Merespons kebijakan itu, sebagian besar masyarakat Jayapura mengaku setuju karena menganggap Covid-19 masuk dari luar Papua.

Seperti yang diungkapkan Suliman (51 tahun), pedagang mie ayam di Kota Jayapura.

Menurut dia, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) akan percuma bila akses masuk ke Papua tidak ditutup.

"Kalau untuk penularan Covid-19, penutupan bandara itu bagus karena percuma kalau dilakukan PPKM sementara pintu masuk dibuka," ujarnya di Jayapura, Rabu (21/7/2021).

Suliman hanya meminta, selama penutupan bandara dan pelabuhan, pemerintah bisa memastikan stok kebutuhan masyarakat tetap tersedia.

"Yang penting stok barang aman," kata dia.

Hal senada juga disampaikan Jhofy (25 tahun), freelancer editor video di Jayapura.
Menurut dia, penutupan bandara dan pelabuhan sudah menutup risiko masuknya kasus Covid-19 baru ke Papua.

"Bagus karena itu bisa menurunkan angka penularan dan pemerintah fokus menangani kasus yang ada di dalam," kata dia.

Baca juga: Banyak Nakes Terpapar Covid-19, RSUD Jayapura Kekurangan Tim Medis

Baca juga: 3 Perintah Presiden kepada Kepala Daerah terkait Penanganan Covid-19, Termasuk Papua

Yang terpenting, sambung Jhofy, pemerintah fokus dan tegas dalam proses penanganan kasus Covid-19 selama penutupan tersebut dilakukan.

Namun berbeda dengan Rizaldi (24 tahun), seorang sopir rental di Bandara Sentani, yang mengaku akan kesulitan bila bandara dan pelabuhan ditutup.

"Pasti penghasilan menghilang, kenapa harus satu bulan itu terlalu lama, coba dua minggu saja," kata dia.

Ia mengaku kebijakan tersebut efektif untuk menurunkan jumlah kasus Covid-19 di Papua, tetapi Rizaldi meminta pemerintah juga mencarikan solusi bagi dirinya dan rekan-rekan seprofesinya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved