Jumat, 24 April 2026

Sosok

Dokter Willi Fragcana Putra : Jalani Isoman Tapi Tetap Layani Pasien Covid-19 Lewat Telemedicine

Dokter Willi Fragcana Putra (31), ialah seorang dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Teluk Bintuni Papua Barat, yang dinyatakan positif

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Maickel Karundeng
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
Willi Fragcana Putra 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Dokter Willi Fragcana Putra (31), ialah seorang dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Teluk Bintuni Papua Barat, yang dinyatakan positif Covid-19 dan telah menjalani isolasi mandiri (Isoman).

Melaluitelepon seluler, Senin (26/7/2021) Willi menceritakan kisahnya menjalani isoman, dan harus melayani pasiennya melalui Telemedicine atau Halodoc.

Baca juga: Ondoafi di Sentani Palang Terminal Waena Tipe B, Puluhan Angkot Terlantar

"Saya dinyatakan positif Covid-19 awal Juli dan kemungkinan terpapar, pada saat bertugas di IGD Rumah Sakit," katanya.

Walaupun harus menjalani isoman, namun Willi masih tetap menjalankan tanggung jawab keprofesiannya sebagai seorang dokter, yakni dengan melayani pasien melalui aplikasi halodoc.

Baca juga: Petugas Pemakaman Covid-19 Butuh Perhatian, Sehari Bisa Makamkan 8 Jenazah

"Minggu kemarin saat masih isoman, kalau di riwayat chat saya, ada sekitar 130 pasien yang saya layani via aplikasi halodoc,"ujarnya.

Willi mengaku senang apabila bisa membantu pasien dalam hal konsultasi kesehatan, sebab menurutnya saat ini, semua sedang susah dan harus bekerja sama untuk saling membantu.

Baca juga: Viral Baliho Foto Puan Maharani Bertulis Open BO, Pejabat DPC PDIP di Blitar Lapor Polisi

Padahal Willi juga sempat diisolasi mandiri di rumah karena tekanan darah, nadi, dan saturasi oksigen stabil.

Keluhan yang ia rasakan selama mengidap Covid 19 ialah demam, badan pegal-pegal, dan pusing di awal gejala.

Kemudian dirinya mengatakan, gejala berikut yang muncul, yakni hilang penciuman (anosmia) dan hilang indra perasa (ageusia).

Baca juga: Harga Xiaomi Bulan Juli 2021: Dari Redmi Note 9 hingga Ponsel Baru Redmi Note 10 5G

Pria lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih 2013 itu, mengisahkan 2 hari sebelum pemeriksaan Covid-19 sudah mengalami demam dan badan pegal-pegal.

Ketika dirinya melakukan tes antigen pertama hasilnya negatif, namun esoknya karena keluhan masih sama, ia mencoba memeriksa kembali pukul 1.00 malam, dan hasilnya positif Covid 19.

Baca juga: Henrique Marcelino Direkrut, Jacksen F Tiago Yakin Persipura Bisa Lebih Agresif Bermain

"Padahal waktu itu, saya masih jaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD),"ujarnya.

Pria kelahiran Malang 18 Desember 1990 itu, mengaku tidak kaget atau terkejut, saat dinyatakan positif Covid 19, sebab ia sadar bekerja di area, dimana pasien Covid 19 dirawat.

"Jadi, memang sejak awal pandemi selalu jaga protokol kesehatan, dan akhirnya setelah satu tahun lebih, akhirnya kena juga,"katanya.

Baca juga: Ayah yang Bunuh Anaknya Gara-gara Hal Sepele Tak Menyesal, Polisi: Wataknya Memang Kasar

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved