Breaking News:

Papua Terkini

Peminat Pinang Diminta Jangan Buang Ludah Sembarangan

Permintaan ini tanpa alasan, mengingat banyaknya semburan bekas ludah pinang di kawasan umum di Kota Jayapura.

Tribun-Papua.com/Patricia Bonyadone
LUDAH PINANG - Nampak ludah bekas pinang berserakan di jalan raya Expo Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Senin (26/7/2021). Warga diminta untuk menjaga kebersihan, dan membuang ludah pinang pada tempat yang disediakan sendiri. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tirza Bonyadone

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Warga Kota Jayapura yang gemar mengunyah buah pinang diminta untuk menjaga kebersihan. Caranya, tidak membuang ludah bercak pinang sembarangan.

Permintaan ini tanpa alasan, mengingat banyaknya semburan bekas ludah pinang di kawasan umum.

Akibatnya, merusak pemandangan atau wajah Kota Jayapura.

Seorang warga bernama Ati Nafisa (43), sangat menyayangkan ludah pinang dihambur sembarangan di jalan dan berbagai tempat umum lainnya.

"Kan sudah ada peraturan yang diberikan pemerintah, tapi masyarakat sangat lalai," kata wanita asal Kediri, Jawa Timur, kepada Tribun-Papua.com, Minggu (25/7/2021).

Baca juga: Cerita Lucu Anak Papua Makan Pinang Sejak Kelas 1 SD

Baca juga: Wa Ode, Harga Pinang dan Sirih di Pasar Youtefa Naik

Ati mengakui konsumsi pinang merupakan budaya Orang Asli Papua. Namun tidak dibenarkan bila meludah sebarangan.

"Gimana ya, namanya budaya kak kita nggak bisa melarang. Tapi kan kita tidak bisa membenarkan perilaku membuang ludah bekas pinang ini," tegas wanita yang berdomisili Perumnas 3 Waena.

Buah Pinang yang disusun di salah satu para-para pinang di Expo, Kelurahan Waena, Kota Jayapura, Papua, Rabu (23/6/2021).
Buah Pinang yang disusun di salah satu para-para pinang di Expo, Kelurahan Waena, Kota Jayapura, Papua, Rabu (23/6/2021). (Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara)

Pernyataan Ati juga dibenarkan Valen Feby (19), mahasiswa Universitas Cenderawasih.

"Kebersihan lingkungan harus dimulai dari diri sendiri. Karena percuma bila ada aturan tapi masyarakat tidak sadar," jelasnya.

Valen berharap, masyarakat harus mendukung Peraturan Pemerintah Kota Jayapura terkait konsumsi pinang.

"Kebersihan kota juga bukan tentang sampah, ini menyangkut bagaimana keindahan yang seharusnya dijaga, malah kotor hanya karena ludah pinang," ujar wanita asal Manado, Sulawesi Utara.

Harapannya, masyarakat dapat lebih peka dan berhenti membuang ludah pinang sembarangan ke jalan raya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved