Breaking News:

KKB Papua

TNI Tahan 6 Terduga Anggota OPM di Keerom Papua

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 131/Brs menemukan beberapa dokumen terkait aktivitas TPNPB-OPM di Marvas Victory Papua Nugini.

Tribun-Papua.com/Istimewa
Enam terduga anggota TNPB-OPM ditahan dalam razia rutin di Pos Skofro Lama, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Papua, pada Selasa (26/7/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Satgas Pengamanan Perbatasan RI-PNG Yonif 131/Brs menahan enam warga yang diduga anggota Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM).

Keenam orang itu ditahan dalam razia rutin di Pos Skofro Lama, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Papua, pada Selasa (26/7/2021).

Wakil Komandan Satgas RI-PNG Yonif 131/Brs, Mayor Inf Ahmad Muzani, Kamis (29/7/2021), mengatakan pihaknya menemukan beberapa dokumen terkait aktivitas TPNPB-OPM di negara tetangga, Papua Nugini.

“Dari enam orang ini, aparat menemukan kartu tanda pengenal TPNPB-OPM serta beberapa dokumen tertulis tentang kegiatan yang dilaksanakan di Markas Victoria Papua Nugini,”kata Muzani dalam keterangan tertulisnya yang diperoleh Tribun-Papua.com, Kamis (29/7/2021).

Baca juga: 4 Berita Populer: Panglima TNI Copot Danlanud Merauke hingga Persipura Rekrut Elisa Basna

Baca juga: GMKI Kecam Tindakan Oknum TNI AU di Merauke, Panglima Copot Komandan Lanud

Muzani menjelaskan, razia rutin yang dilakukan anggotanya tak lain untuk mencegah praktek ilegal seperti penyelundupan ganja dan barang terlarang lainnya.

“Saat itu ada kendaraan yang dihentikan dan dilakukan pemeriksaan terhadap para penumpang. Dari hasil pemeriksaan ditemukan enam orang memegang kartu tanda pengenal TPNPB-OPM, sehingga langsung diamankan,” katanya.

Selain menemukan kartu tanda pengenal, anggota TNI juga menemukan selongsongan amunisi yang dibawa oleh keenam pelaku.

“Dari hasil pemeriksaan, keenamnya mengaku baru pulang dari Papua Nugini usai mengikuti rapat TPNPB di Markas Victoria Papua Nugini,” ungkapnya.

Muzani menuturkan, keenam pelaku mengaku baru saja selesai menghadiri upacara di Markas Victoria Distrik Bewani, Papua Nugini, yang digelar pada 1 Juli lalu.

Bahkan, keenam orang yang ditahan, merupakan rekan dari sembilan orang yang ditangkap pada pekan lalu.

"Dengan adanya perlintasan orang secara ilegal ini, maka kami berencana untuk memperketat pengamaanan di wilayah perbatasan RI-PNG," katanya.

Muzani mengakui, penangkapan terhadap kelompok TPNPB-OPM sudah sering terjadi.

Karenanya, pasukan TNI akan mempersempit ruang gerak anggota TPNPB-OPM lewat giat razia rutin di setiap pos-pos yang menjadi perlintasan di Kabupaten Keerom dan Jayapura.

“Kami akan terus meningkatkan razia, terutama pada pos-pos agar bisa mengurangi penyeludupan barang-barang terlarang ke Jayapura,” tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved