Cek Beras Bansos, Wagub Jatim Emil Dardak Minta Ditunda: Pak Jangan Dibagikan, Ada Kutunya
Beras bantuan untuk masyarakat terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di masa pandemi Covid-19 berkualitas rendah.
TRIBUN-PAPUA.COM - Beras bantuan untuk masyarakat terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di masa pandemi Covid-19 di Madura, Jawa Timur, berkualitas rendah.
Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Jatim, Emil Dardak pun segera ke kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bangkalan, Ring-road, Jalan Halim Perdana Kusuma, Rabu (4/8/2021) untuk melakukan pengecekan.
Emil tiba di halaman kantor Dinsos Bangkalan sekitar pukul 12.10 WIB.
Ia lantas bergegas menuju gudang dinsos didampingi Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif) dan Kepala Dinsos Bangkalan, Wibagio Suharta.
Baca juga: Pandemi Covid-19, Irwan Darwis : Tak Ada PHK Karyawan Gelael Jayapura
Baca juga: PPKM Level 4, Gelael Swalayan Jayapura Perketat Protkes Covid-19
“Sampai sekarang belum diketahui siapa pengirimnya ya?” tanya Emil usai mengetahui langsung kualitas beras bantuan PPKM itu.
Mendengar itu, Kepala Dinsos Kabupaten Bangkalan, Wibagio Suharta langsung menjawab bahwa sopir pengirim beras itu tidak mengatakan siapa pengirimnya.
“Sopir hanya disuruh mengirim. Cuma dari tanda terimanya dari PT Dinasti Abadi Perkasa, Bratang Binangun (Surabaya),” jawab Wibagio.
Awalnya, beras bantuan PPKM tersebut datang pada Sabtu (29/7/2021) untuk 1.500 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Kemudian untuk 1.500 KPM tiba di kantor Dinsos Kabupaten Bangkalan, Selasa (3/8/2021).
“Untuk 3.000 KPM Bapak, kemarin (Selasa) datang lagi dengan pengirim dan beras yang sama. Petunjuk Pak Kadinsos Jatim suruh terima saja. Akhirnya (beras) diturunkan,” pungkas Wibagio kepada Emil.
Baca juga: Polresta Solo Berikan Bantuan pada Ayah yang sempat Viral Tawarkan Barter Sepatu demi Susu Anak
Mendengar itu, Wagub Emil langsung meminta ajudannya untuk disambungkan dengan Kepala Dinsos Propinsi Jawa Timur, Alwi.
Itu dilakukan Emil setelah dirinya gagal berkomunikasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos).
“Pak Alwi, assalamualaikum. Pak ini beras jangan dibagikan saja ya. Ada kutunya saat di (telapak) tangan saya. Bisa koordinasikan dengan kemensos, tapi daripada lama ambilkan saja yang kualitasnya bagus dari Bulog. Pokoknya, keputusannya ini jangan didistribusikan dulu,” tegas Emil.
Beberapa jam sebelumnya, keluhan terkait kualitas beras bantuan PPKM Covid-19 disampaikan Pelindung Pondok Pesantren Manbaus Salam, Kelurahan Kemayoran, Kabupaten Bangkalan, KH Imron Fattah.
Dalam akun Instagramnya, imron_fattah memposting mangkuk berisikan beras dengan caption, ‘Namanya di kasik trimakasih Ibu Risma (Tri Rismaharini, Menteri Sosial).... sy cuman mau nanya Ibu Risma tahu tidak kualitas beras nya??’.
Tidak hanya di akun Instagram, Ra Imron juga mengunggah foto beras yang sudah tampak berwarna cokelat pada status profil WhatsApp dengan keterangan, ‘Beras PPKM trimakasih pemerintah’.
(*)
Berita daerah lainnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/wakil-gubernur-jawa-timur-emil-dardak-kanan-di-hadapan-bupati-bangkalan.jpg)