Breaking News:

Hukum dan Kriminal

Polisi Terus Dalami Kasus Kericuhan di Universitas Papua

Kepolisian Resor Manokwari terus mendalami kasus kericuhan yang terjadi di Unipa Manokwari, sejauh ini 7 saksi telah dimintai keterangan

Tribun-Papua.com/Safwan Ashari Raharusun
Kondisi pengamanan Universitas Papua (Unipa) Manokwari, seusai aksi yang berujung brutal 

"Berdasarkan keputusan Senat, meminta pihak berwajib untuk melakukan proses hukum kepada pelaku," kata Fatem di depan gedung Rektorat Unipa Manokwari.

Baca juga: Operasi Yustisi di Kota Jayapura, 9 Warga Tidak Pakai Masker, Masuk Lapas Abepura

Bahkan, pihaknya telah membuat laporan polisi pada Rabu (21/7/2021) lalu

"Rektor mengeluarkan surat, meminta kepada pihak berwajib (Kapolres dan Kapolda), untuk membantu melakukan penertiban kondisi kampus," ujarnya.

Septus menyebut aksi yang dilakukan mahasiswa di kampusnya bersifat anarkis, dan telah memakan korban jiwa.

Aparat Masuk Kampus

Sementara itu, Fatem menyatakan masuknya aparat keamanan ke area kampus, meruapakan kondisional.

"Tindakannya tidak lagi demokratis, sudah aksi anarkis dan diboncengi dengan kepentingan orang lain," ungkapnya. 

Baca juga: Petugas PPKM Arah Pebatasan RI-PNG Berbagi Masker Kepada Warga

Karenanya, Rektorat dan Senat memiliki kewenangan untuk meminta aparat keamanan melakukan pengamanan kampus. 

"Itu didukung oleh Senat 100 persen," tegas Fatem.

Terkait ini, Kapolres Manokwari AKBP Dadang Kurniawan, mengaku dirinya telah berkoordinasi dengan pihak Rektor terkait laporan polisi.

"Sudah ditindaklanjuti, dan hari ini kami laksanakan mulai dari olah TKP," katanya. 

"Kami menindaklanjuti laporan yang telah dibuat, jadi tidak ikut ranahnya Rektorat. Kami hanya melanjutkan apa yang dilaporkan," tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved