PPKM Level 4 di Papua
Pedagang Gado-gado di Manokwari Berharap PPKM Segera Berakhir
Sebelum PPKM ramai pengunjung di Pasir Putih, namun setelah masuk malah menurun, dan berimbas ke pendapatan
Penulis: Safwan Ashari Raharusun | Editor: M Choiruman
Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Manokwari, Papua Barat yang hingga kini masih berlangsung, memunculkan keluhan masyarakat.
Satu di antaranya Restina Wati (28). Warga Manokwari Provinsi Papua Barat yang kesehariannya memungut rupiah dengan berjualan gado-gado di Pantai Pasir Putih, Distrik Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari ini, mengakui selama pemberlakuan kebijakan PPKM penghasilannya menurun.
• 12 Sampel Varian Delta Masuk Papua Barat, 10 di Teluk Bintuni
"Sebelum PPKM ramai pengunjung di Pasir Putih, namun setelah masuk malah menurun, dan berimbas ke pendapatan," ujar Wati, kepada TribunPapuaBarat.com, Minggu (8/8/2021).
Ibu dua anak ini, mengaku penjualan di hari biasanya yang sebelum PPKM bisa meraup keuntungan sebanyak Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per hari. "Kalau Sabtu dan Minggu, penghasilannya beda, per hari Rp 3 juta," tuturnya.
Namun, setelah masa PPKM pendapatan dari hasil jualan gado-gado, turun menjadi Rp 500.000 ribu perhari. Tak hanya itu, ia mengaku beberapa pekan lalu, semua hasil dagangan tidak laku terjual.
"Kemarin-kemarin pemerintah buat pendekatan, dagangan kita di sini tidak ada yang membelinya, sebab sepi pengunjung," ucapnya.
• Sang Pejuang Kesehatan Warga Papua, Dokter Tigor Silaban Meninggal Dunia
Wati berharap, pemerintah bisa menghapus PPKM, sebab yang dampaknya adalah para pedagang.
Sebab, ia mengaku para pedagang yang berjualan gado-gado di Pantai Pasir Putih, rata-rata hasilnya untuk menghidupkan keluarga dan membiayai anak sekolah.
Sementara itu, hasil pemeriksaan terhadap 12 sampel di Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes), yang teridentifikasi varian delta telah masuk di Provinsi Papua Barat.
• Ajang Papua Pu Bakat Bentuk Dukungan Hotel Fox Jayapura Pelaksanaan PON XX
Juru Bicara Satuan Tugas (Jubir Satgas) Covid-19 Provinsi Papua Barat, dr Arnold Tiniap, mengatakan sampel tersebut dari daerah yakni Manokwari dan Bintuni.
"Saya lihat dari nama-nama, untuk Teluk Bintuni ada 10 sampel dan 2 dari Manokwari," ujar Tiniap.
Sebelumnya, pihaknya mengirimkan sebanyak 38 sampel, ke Litbangkes di Jakarta. Namun, kemudian disaring hingga yang diperiksa 12 sampel.
"Untuk mendapatkan hasil, kita menunggu selama tiga minggu, mulai Juni sampai Juli," imbuhnya.
Dengan demikian, pihaknya melihat secara epidemiologi, sudah sangat sulit untuk mengambil langkah. Dengan hasil yang baru keluar Juli, pihaknya menyebut untuk saat ini sudah terlambat.
• Vaksinasi di Papua Barat Memasuki Tahap Tiga, Target 493.762 Jiwa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/pedagang-gado-gado.jpg)