KKB PAPUA

Kelompok Kriminal Besenjata Baru Muncul di Serui, Papua

Kepolisian Resort Kepulauan Yapen, berhasil menyita tiga pucuk senjata api dan bahan peledak di salah satu marakas KKB di Kabupaten Kepulauan Yapen

Editor: Ri
Istimewa
Pimpinan Kodap 3 Ndugama, Egianus Kogoya 

TRIBUN-PAPUA.COM – Kepolisian Resort Kepulauan Yapen, berhasil menyita tiga pucuk senjata api dan bahan peledak di salah satu marakas KKB di Kampung Sasawa Distrik Yapen Barat Kabupaten Kepulauan Yapen, Jumat (6/8/2021) lalu.

Kapolres Kepulauan Yapen AKBP Ferdyan Indra Fahmi mengatakan saat ini pihaknya di back Up Brimob Polda Papua telah melakukan pengejaran.

Baca juga: Kapolri Beri Bantuan Oksigen Konsentrator dan Selang untuk Papua Barat

“Fernando beserta kelompoknya akan terus kita cari sampai tertangkap," tegas Indra

Indra menyampaikan KKB di Kampung Sasawa Distrik Yapen Barat Kabupaten Kepulauan Yapen merupakan kelompok baru di Papua.

“Ini pimpinan Fernando Worabai, dia (Fernando red) menyebutkan diri sebagai panglima TPNPB  Wilayah II Saireri,” ujarnya.

Baca juga: KNPI Minta PON XX Papua Ditunda Atas Dasar Kemanusiaan

Sampai saat ini menurut Indra mereka mau menunjukkan eksistensi dalam pergerakan perlawanan untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca juga: 982 Orang di Papua Meninggal Dunia Akibat Covid 19

"Bentuk perjuangan mereka adalah perjuangan yang militansi mengangkat senjata untuk mengganggu dan meresahkan kegiatan masyarakat bahkan mengganggu kegiatan pemerintah daerah" tandas Kapolres Yapen.

Terkait adanya informasi disalah satu media yang menyebutkan pihak aparat telah mengamankan dua orang simpatisan kelompok tersebut, Kapolres menepis berita itu.

Karena dalam kejadian itu anggota KKB Papua melarikan diri kedalam hutan dan aparat hanya mendapatkan beberapa barang bukti saja baik senjata rakitan maupun tabung gas rakitan ( bahan peledak).

Baca juga: Mulai Hari Ini Pemda Puncak Tidak Ijinkan Penerbangan Hingga 13 Hari Kedepan

"Tidak ada yang di tangkap, namun adanya perlawanan terlebih dulu dari mereka yang melakukan tembakan ke aparat jadi di lakukan tembakan balik, tidak ada juga korban jiwa dan anggota berhasil mengamankan beberapa senjata rakitan yang di tinggalkan karena mereka langsung lari".

Ia pun menemabahkan ada 10 orang dari Kelompok Fernando sudah masuk dalam DPO.

Sementara jumlah dari kelompok tersebut sebanyak 30 orang dengan dilengkapi 15 pucuk senjata api rakitan dan satu senjata organi TNI/Polri.

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved