Breaking News:

Penelitian

Balai Arkeologi Papua Temukan Artefak Batu Berbentuk Pipih di Kampung Abar

Pengetahuan tentang kuliner ikan masak duri lunak ternyata sudah dikenal sejak masa prasejarah di kawasan Danau Sentani, Papua

Hari Suroto for Tribun-Papua.com
PENELITIAN- Artefak batu berbentuk bundar pipih di Bukit Khulutiyauw, Kampung Abar, Distrik Ebungfauw Kabupaten Jayapura 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA -Pengetahuan tentang kuliner ikan masak duri lunak ternyata sudah dikenal sejak masa prasejarah di kawasan Danau Sentani, Papua.

Peneliti dari Balai Arkeologi Papua Hari Suroto, mengatakan pihaknya menemukan artefak batu berbentuk bundar pipih di Bukit Khulutiyauw, Kampung Abar, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura

Menurutnya,Artefak batu ini berdiameter sekitar 10 cm. Bukit Khulutiyauw terletak di tepi Danau Sentani bagian selatan atau sebelah barat Kampung Abar.

Baca juga: Cekcok di Tengah Pesta Miras, Pria Bunuh Teman Tongkrongan di Hotel karena Ejekan Anak Kemaren Sore

"Artefak batu yang ditemukan di Bukit Khulutiyauw pada masa lalu berfungsi untuk memasak presto ikan dalam gerabah," kata Hari Suroto kepada Tribun-Papua.com, Kamis (12/8/2021).

Lanjut dia, artefak batu ini ditemukan bersama pecahan-pecahan gerabah yang banyak dijumpai di hampir seluruh permukaan Bukit Khulutiyauw.

Baca juga: 375 Pelajar Ikuti Vaksinasi Massal Covid-19

Menurut dia, dalam tradisi Sentani dikenal kuliner ikan kuah hitam atau hebehelo.Kuliner hebehelo berupa presto ikan danau dengan wadah gerabah dengan bumbu daun dan batang keladi.

Dia mengatakan,terdapat beberapa jenis keladi di Sentani,hanya keladi jenis bete yang digunakan sebagai bumbu.

"Keladi jenis ini bentuk daun dan batangnya kecil berwarna ungu.Cara memasaknya yaitu batang dan daun keladi diasapkan terlebih dulu di perapian,"katanya.

Baca juga: Beberapa Aturan Baru Memasuki Kawasan Malioboro, Wajib Vaksin hingga Durasi Kunjungan Maksimal 2 Jam

"Sebelumnya, siapkan dulu wadah gerabah yang bagian dalamnya telah ditaruh anyaman bambu sebagai alas,"ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved