Kamis, 23 April 2026

Lurah Mengaku Dianiaya Babinsa, Kapenrem Bantah: Dia Sudah Akui, Katanya Panik

Viral curhatan seorang Lurah Asuhan Sumatera Utara, bernama Walmaria Zalukhu, yang mengaku diduga dianiaya oknum bintara pembina desa (Babinsa).

(KOMPAS.com/TEGUH PRIBADi)
Lurah Asuhan Walmaria Zalukhu diwawancarai awak media usai diperiksa di Markas Datasemen Polisi Militer I/1 Pematangsiantar di Diponegoro, Senin (23/8/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM - Viral curhatan seorang Lurah Asuhan, Kecamatan Siantar Timur, Pemantang Siantar, Sumatera Utara, bernama Walmaria Zalukhu, yang mengaku diduga dianiaya oknum bintara pembina desa (Babinsa) berinisial JS.

Dalam postingan FB miliknya, Walmaria menuliskan, "Oknum Babinsa TNI AD inisial JS yang bertugas di Kabupaten Tapanuli Utara, keberatan atas operasi Yustisi serta penerapan PPKM LEVEL 4 tepatnya pada hari Minggu, 22 Agustus 2021 Pukul 23.00 WIB".

Kepala Penerangan Korem 022/Pantai Timur Mayor Sondang Tanjung meluruskan kabar tersebut.

Menurut Walmaria, petugas Satgas Covid-19 mengingatkan oknum Babinsa itu untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan penerapan PPKM Level 4.

Baca juga: Pembangunan di Yahukimo Terhenti Akibat Gangguan KKB, Pemerintah Diminta Aktif

Sebab, oknum Babinsa itu memiliki warung kelontong di rumahnya.

Kemudian, Walmaria menulis, "Merasa tidak senang dan bertindak arogan serta menganiaya saya (Lurah Asuhan) yang mengakibatkan mengalirnya darah segar dari hidung dan mulut saya. Dengan kejadian tsb. saya merasa trauma. Saya mohon keadilan atas kejadian yg menimpa saya,”.

Setelah viral, dengan tegas, Sondang pun membantah unggahan Facebook dari Walmaria tidak benar.

"(Unggahan Facebook) tidak benar, dan pelapor juga sudah mengakui. Alasan pelapor mungkin katanya sedang panik, dan pelapor mengakui saat kejadian Tim Satgas Covid-19 tidak ada di situ,” kata Sondang kepada awak media di depan Markas Denpom I/1 Pemantangsiantar, Senin, (23/8/2021).

Dijelaskan Sondang, saat kejadian Tim Satgas Covid-19 tidak ada di lokasi. Saat itu kondisinya kondusif.

Hal itu juga, sambungnya, dikuatkan oleh pernyataan Inspektorat Kota Pematangsiantar yang menyebut Tim Satgas Covid-19 tidak berada di lokasi kejadian.

Baca juga: Pembangunan di Yahukimo Terhenti Akibat Gangguan KKB, Pemerintah Diminta Aktif

Baca juga: Bupati Lanny Jaya Minta Semua Pihak Hargai Keputusan Dua Nama Cawagub Nantinya

Kata Sondang, tempat tinggal terlapor dan pelapor hanya selisih satu rumah dan masih bertetangga.

Meski demikian, kasus dugaan penganiayaan itu sampai saat ini masih didalami.

"Untuk pelapor, ada hasil visumnya memang ada luka di bibir. Namun saat ini pelapor sudah bisa beraktivitas kembali," ujarnya.

Sementara itu, Walmaria meminta maaf karena menyebut Satgas Covid-19 dalam unggahan di akun Facebook-nya.

Ia menyebut, penganiayaan yang dialaminya terjadi di depan rumahnya.

"Saya memohon maaf apabila saya membawa kesatuan Satgas Covid-19, di mana kejadiannya di rumah saya sendiri. Saya tahu itu dampak dari tugas saya," kata Walmaria.

(Kompas.com/ Kontributor Pematangsiantar, Teguh Pribadi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lurah Mengaku Dianiaya Babinsa, Ini Kata Kapenrem"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved