Feature
Dari Office Boy Hingga Jadi Komposer Musik dan Ciptakan Lagu
Keinginan kuat menjadi musisi menghantar Stephen Wally menjadi komposer musik dan ciptakan lagu khas daerahnya, Papua
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Maickel Karundeng
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara
TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Keinginan kuat menjadi musisi menghantar Stephen Wally menjadi komposer musik dan ciptakan lagu khas daerahnya, Papua.
Kala itu, Stephen Wally baru berusia 19 tahun, Ayahnya menanyakan cita-cita dia mau jadi apa, spontan ia menjawab ingin jadi seorang musisi.
Keinginan itu dipegang Hosea Wally, ayah tercintanya. Hosea bertekad mengirim anaknya ke Siantar, Sumatera Utara untuk melanjutkan studi di Perguruan Tinggi setelah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA).
Baca juga: Koalisi Terbelah, PAN Papua Gelar Rapat Bakal Cawagub Usulan Gubernur Lukas
Usai Stephen menyelesaikan pendidikan di SMA, sang ayah sibuk mempersiapkan segala kebutuhan anaknya selama menimba ilmu di Medan.
Dari Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Stephen terbang dengan pesawat menuju Medan, ibu kota Provinsi Sumatera Utara.
Setelah turun dari pesawat, Stephen melanjutkan perjalanan ke Siantar dengan menggunakan bus selama 2 sampai 3 jam.
Baca juga: 5 Khasiat Cengkeh yang Baik untuk Merawat Wajah, Rambut, dan Tubuh
Meski lelah karena perjalanan jauh, namun hari pertama ia masuk lingkungan kampus. Stephen bersemangat lantaran melihat anak-anak muda di sekitar situ memainkan alat musik.
"Nampaknya, ini akan menjadi tempat ku untuk belajar menjadi seorang musisi, Tuhan telah menjawab doa saya,"kata Stephen sembari mengingat kembali pertama menginjakan kaki di kampus.
Sebagai mahasiswa baru tentunya melihat suasana kampus, ketika melihat plank selamat datang di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, ia kaget.
Baca juga: Warga Tanah Hitam Blokade Jalan, Tuntut Polisi Usut Kasus Pemukulan
Rupanya, sang ayah tak mengirimnya ke sekolah musik, Stephen kecewa dan menuding bapaknya mempermainkan dia.
Ayahnya tak setuju anaknya mengambil jurusan musik, sebab tak menjamin masa depan. Menyesal dalam hati, tapi sudah terlanjur berangkat ke Medan untuk kuliah.
Stephen pasrah mengikuti kemauan orangtuanya, kuliah di Kampus keguruan tersebut, waktu itu dia memilih jurusan bahasa inggris.
Baca juga: Bocah 6 Tahun Diduga Dianiaya Ibu Kandung serta Ayah Tiri, sedang Disekap saat Diselamatkan Polisi
Meski pasrah dan mengikuti kemauan ayahnya,tetapi keinginan menjadi musisi terus menghantuinya.
Hanya tiga stengah tahun Stephen kuliah di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Medan, ia memilih "drop out" tak melanjutkan kuliah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/stephen-wally-1.jpg)