Senin, 8 Juni 2026

Feature

Dari Office Boy Hingga Jadi Komposer Musik dan Ciptakan Lagu

Keinginan kuat menjadi musisi menghantar Stephen Wally menjadi komposer musik dan ciptakan lagu khas daerahnya, Papua

Tayang:
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Maickel Karundeng
Istimewa
Komposer Musik dan Pencipta Lagu, Stephen Wally 

Saat itu ia membuat musik perdananya dengan menggunakan laptop merek Axio warna kuning, kapasitas 16 GB.

Masa itu, aplikasi Blackberry Messenger naik daun, Stephen memanfaatkan aplikasi itu untuk membuat lagu.

Beberapa lagu yang dibuatnya, diunggah. Lagu yang diunggah menarik reaksi dari rekan-rekan kerja sebelumnya.

Baca juga: 5  Perumahan Pemda di Yalimo Dibakar

Teman sejawatnya tertarik setelah mendengarkan lagu yang diciptakan Stephen, dia memutuskan untuk membeli.

Kesempatan emas itu tak disia-siakan, karya perdananya dijual dengan harga Rp1,1juta. Mungkin karena saking senang, tak sengaja Stephen menulis harga lagu perdananya Rp11 juta.

Kekeliruan menulis nilai uang itu tak berakibat fatal,malah sebaliknya membuahkan nilai tinggi, sama sekali tak dipikirkan Stephen.

Baca juga: KONI dan PB PON XX Papua Diminta Rincikan Penggunaan Dana Rp 150 Miliar, Ada Apa?

Mantan rekan kerjanya membeli 2 lagu dengan harga Rp22 juta. Anak pertama dari dua bersaudara itu gembira.

Pendapatan pertama dari dua lagunya, sebagian dibagi ke rekan-rekan kerja sebelumnya, termasuk Satpam.
Meski berbagai tapi sebagian disisihkan.

Terwujud sudah cita-cita menjadi musisi yang selalu menghantuinya. Modal dari dua lagu perdananya, memacu Stephen untuk pindah ke studio musik yang lebih baik.

Baca juga: Cengkeh Bisa Disulap Jadi Conditioner Rambut Lho, Yuk Simak Caranya

Dari studio musiknya itu, Stephen mengeluarkan bakat musik yang sudah lama dipendam, ia mengaransemen atau menciptakan lagu bagi musisi tanah air.

Salah satu lagu ciptaannya yang fenomenal dan dikenang masyarat Papua yakni "Tatinggal" di Papua.

Jika mengenang masa lalu, Stephen bersyukur dapat menjalani proses panjang, suka duka hingga kini jadi komposer musik hebat.

Baca juga: Tuan Guru Bajang Jadi Wakil Komisaris Utama Bank Syariah Indonesia

Lagu"Tatinggal" di Papua

Karya lagu "Tatinggal" di Papua terinspirasi dari alam bumi cenderawasih. Stephen merenung dan meresapi alamnya yang kaya, alhasil lagu itu keluar.

Stephen mengatakan lagu "Tatinggal" di Papua merupakan salah satu dari 7 lagu yang ia ciptakan dalam tujuh hari.

Bukan hobi musik tapi tukang kayu, tak sekolah musik tapi modal nekat, lelaki tiga anak itu mampu menciptakan lagu, dengan mengandalkan visualnya.

Ketika Stephen menutup dua matanya, ia mengenang ada gunung, lembah, sungai, dan hutan di negeri tercintanya, Papua.

Baca juga: Diet Air Putih Ternyata Punya Banyak Manfaat, hingga Bisa Menurunkan Tekanan Darah Lho

Memori masa kecil memainkan peran dalam menguntai kata-kata masih kental dalam lirik lagu "Tatinggal" di Papua.

Stephen menyebutkan dalam salah satu untaian lirik yang berbunyi "ana .. ana.. Papua e.." bermakna feminisme, dimana ia ingin menunjukkan Papua sebagai seorang ibu atau mama.

Kata "ana" dalam bahasa lokal Sentani berarti mama. Ketika dia menutup mata, menyelami liriknya, Stephen membayangkan Papua ialah mama yang memberikan air susunya sebagai sumber kehidupan.

Baca juga: Trailer Spider-Man: No Way Home Rilis, Ini Sinopsis dan Jadwal Tayangnya

Papua ibarat mama yang mengajarkan norma bertahan hidup, berkreatif, kejujuran dan keleluhuran.

Uniknya, saat ia memikirkan lirik demi lirik lagu "Tatinggal" di Papua, Stephen sedang berada di kamar mandi, lantaran saat itu ruangan studio sedang dipakai untuk rekaman.

Kini Stephen Wally jadi komposer musik ternama di wilayah tertimur Indonesa ini, lagu ciptaanya banyak dinyanyikan oleh sejumlah penyanyi di tanah air.(*)

Sumber: Tribun Papua
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved