Senin, 8 Juni 2026

Feature

Dari Office Boy Hingga Jadi Komposer Musik dan Ciptakan Lagu

Keinginan kuat menjadi musisi menghantar Stephen Wally menjadi komposer musik dan ciptakan lagu khas daerahnya, Papua

Tayang:
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Maickel Karundeng
Istimewa
Komposer Musik dan Pencipta Lagu, Stephen Wally 

Nekat menjadi musisi memaksa Stephen melawan orangtuanya yakni ayah, dan memilih keluar dari fakultas yang mencetak guru itu.

Baca juga: Viral Video ASN Perempuan Datang ke Kantor Suaminya dan Pecahkan Kaca Mobil Pakai Helm

Cita-citanya bertolak belakang dengan tuntutan keluarga yang mengharuskan tamat kuliah dan hidup mandiri. Stephen sempat frustasi karena tuntutan keluarga.

Berangkat ke Jakarta
Tuntutan keluarga bercampur aduk dengan keinginan kerasnya menjadi musisi membuat ia berfikir tak lagi kembali ke tanah kelahirannya, Papua.

Baca juga: Piktogram PON XX Papua Perkenalkan Event dengan Bahasa Unik dan Universal

Melewati perenungan panjang, lelaki asal Sentani, Kabupaten Jayapura itu memilih hijrah ke Jakarta mengadu nasib dan hidup.

Stephen berani merantau ke ibu kota negara karena mendengar cerita orang, bekerja sebagai Sopir "Mobil Blue Bird" dapat gaji besar.

Dengan biaya pas-pasan Stephen tiba di Jakarta, ia menemui seorang Sopir Blue Bird lalu mengajaknya bercerita, di sela-sela cerita, dia menanyakan pendapatan menjadi sopir.

Baca juga: Dinas Kesehatan Kota Jayapura Kejar Percepat Vaksinasi Jelang PON XX Papua 

Sopir tak menjawab, sebaliknya bertanya ke Stephen apakah ingin kuliah,maunya dimana. Dengan jujur dia mengaku ingin kuliah di jurusan musik, tapi tak ada kesempatan.

Mendengar pernyataan itu, Sopir menawarkannya kuliah musik di tempat atau kampus yang dia tahu lantaran sudah lama menetap di Jakarta.

Sang sopir menawarkan beberapa pilihan kampus di antaranya Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan tempat kursus lainnya.

Baca juga: Ragam Vitamin yang Terkandung dalam Bayam Merah

Setelah mendengar tawaran, Stephen meminta bantuan temannya mengantar dia ke Yogyakarta untuk kuliah di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Sayang, ketika sampai dan hendak mendaftar di Kampus ISI Yogyakarta, tak memenuhi syarat, lantaran tidak bisa membaca not balok.

Temannya mengantar Stephen kembali ke Jakarta lalu mendaftar di IKJ, lagi-lagi kampus itu mensyaratkan peserta didiknya harus membaca not balok, akhirnya dia tak diterima.

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok, Kamis 26 Agustus 2021: Aquarius Penuh Kejutan, Leo Situasi Rumit

Keinginan Stephen bersekolah musik tak tercapai, ingin menjadi musisi jadi bayang-bayang yang terus mengganjal kepalanya.

Suatu ketika, ia menemukan sebuah brosur dari temannya, di brosur itu tertulis jurusan musik di Sekolah Musik Gereja, harganya relatif murah.

Tak menyia-nyiakan waktu, Stephen mendaftar dan ternyata dia peserta terakhir yang teregistrasi. Tak lama kemudian diinformasikan lulus di sekolah itu sebagai peserta dengan nilai tertinggi.

Baca juga: Warga Pertanyakan Sistem Lalin Ganjil Genap di Kota Jayapura

Sumber: Tribun Papua
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved