KKB Papua

Bupati Yahukimo Didimus Yahuli Perintahkan Kejar, Tangkap, dan Adili KKB Papua

Bupati Yahukimo Didimus Yahuli mengatakan, masyarakat tidak menginginkan tindakan kekerasan di daerahnya.

Editor: Roy Ratumakin
istimewa
11 pekerja PT Indo Papua yang dievakuasi di Polres Yahukimo pasca pembunuhan dua karyawan oleh KKB. 

TRIBUN-PAPUA.COM: Bupati Yahukimo Didimus Yahuli meminta aparat penegakl hukum untuk segera menangkap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang selama ini cukup meresahkan masyarakat khususnya di wilayah pegunungan Papua.

KKB Papua dalam pekan ini telah melakukan serangkaian teror di wilayah Kabupaten Yahukimo dengan membunuh dan mebakar dua pekerja.

Diketahui, Senaf Soll yang merupakan mantan anggota TNI menjadi oltak atau dalang dari sejumlah kasus teror KKB di wilayah Yahukimo.

Baca juga: Bupati Puncak Larang Pesawat Beroperasi di Wilayahnya, Ini Sebabnya

"Kami sudah rapat bersama stakeholder, lalu langkah selanjutnya kami komunikasi terus dengan kepolisian dan TNI agar mereka ini dikejar, ditangkap, dan diadili sesuai perbuatan yang mereka lakukan," ujar Didimus dikutip Tribun-Papua.com dari laman Kompas, Kamis (26/8/2021).

Menurut Didimus, masyarakat tidak menginginkan tindakan kekerasan di daerahnya dan ingin agar aparat keamanan segera mengembalikan situasi kondusif di Yahukimo.

"Tadi saya lihat mereka (masyarakat) sudah melakukan pernyataan sikap untuk menolak dan mengutuk pembunuhan yang dilakukan kepada orang sipil tidak berdosa ini," kata Didimus.

Sebelumnya, Kasatgas Gakum Nemangkawi, Kombes Faisal Ramadhani mengaku otak atau tokoh dibalik teror Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukumo, Papua adalah mantan anggota TNI.

Selama Agustus 2021, KKB telah menewaskan tiga orang warga dan melakukan sejumlah aksi pembakaran.

Baca juga: Ulah KKB, Bupati Yahukimo Papua Tutup Tambang Ilegal

Dari kontak senjata yang terjadi pada Senin (23/8/2021), Faisal menilai para penembak dari KKB sudah terlatih.

"Kemarin (saat Satgas Nemangkawi) ditembaki itu kan tembakannya ngumpul, cuma karena kita pakai mobil armor jadi tidak tembus. Tembakannya ngumpul artinya senjata terbidik semua dan yang gunakan sangat terlatih," kata.

Dikatakan, dari enam pucuk senjata api yang dipegang KKB Yahukimo, dua diantaranya adalah senjata jenis SS2 hasil rampasan anggota TNI pada 18 Mei 2021.

Faisal memastikan, saat ini KKB Yahukimo belum memiliki pemimpin dan hanya terdiri dari beberapa tokoh.

“Salah satu tokohnya adalah, Senat Soll, mantan anggota TNI yang melakukan disersi,” tukasnya.

Senat Soll adalah sosok yang dianggap aparat keamanan bertanggungjawab atas pembunuhan di Dekai pada 11, 20, dan 26 Agustus 2020.

Salah satu korbannya adalah, Hendry Jovinski yang merupakan Staf KPUD Yahukimo.

"Mereka memiliki tokoh-tokoh saja, tidak ada pimpinan, di situ ada Tenius Gwijangge, Temianus Magayang dan Senat Soll. Dalam 1-2 tahun ini mereka bergabung," kata dia. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved