Breaking News:

Korupsi di Disdikbud Sorong

Jaksa Tunggu Pelimpahan Kasus Korupsi yang Menyeret Kepala dan Bendahara Disdikbud Sorong

Nantinya, setelah SPDP maka Kejari Sorong akan langsung mengeluarkan surat perintah untuk Jaksa Peneliti. 

Penulis: Safwan Ashari Raharusun | Editor: Paul Manahara Tambunan
Tribun-Papua.com/Safwan A Raharusun
Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Sorong, Khusnul Fuad. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUN-PAPUA.COM, SORONG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sorong siap menanti tindak lanjut perkara dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret Kepala dan Bendahara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sorong.

"Dari Kepolisian memang sudah mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) ke kami," ujar Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Sorong, Khusnul Fuad kepada TribunPapuaBarat.com, Rabu (1/9/2021). 

Hanya, SPDP tersebut belum disertai dengan berkas perkara.

"Jadi kami belum bisa berbicara lebih jauh, karena hingga kini belum ada penyerahan berkas perkara," jelasnya. 

"SPDP sudah sejak 2020 silam, jadi kami masih tetap menunggu." 

Baca juga: Sopir Angkot soal Rusaknya Jalan Kota Sorong: Tunggu Jokowi Datang Disulap Beres

Nantinya, lanjut Fuad, setelah SPDP maka pihaknya akan langsung mengeeluarkan surat perintah untuk Jaksa Peneliti. 

"Kami belum bisa melakukan penelitian berkas perkara, karena memang sampai saat ini belum dikirim," akunya.

Hingga kini, pihaknya tetap menunggu berkasnya dikirim ke untuk diteliti lebih lanjut.

Baca juga: Kepala dan Bendahara Disdikbud Kota Sorong Terancam 20 Tahun Bui, Ini Modus Kasusnya

Sebelumnya, polisi menjerat Kepala dan Bendahara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sorong, dengan pasal 3 serta 8 tentang tindak pidana korupsi (Tipikor).

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved