Pergantian Direktur RSUD Jayapura
Komisi V DPR Papua Akan Surati Gubernur Minta Klarifikasi Pergantian Direktur RSUD Jayapura
Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Papua mempertanyakan pergantian Direktur RSUD Jayapura oleh Gubernur Lukas Enembe
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Maickel Karundeng
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com,Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA-Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Papua menyatakan sikap akan bersurat secara resmi kepada Gubernur Lukas Enembe untuk meminta penjelasan atau klarifikasi terkait keputusannya mengganti Direktur RSUD Jayapura, drg. Aloysius Giyai.
Pernyataan tegas itu disampaikan unsur pimpinan dan anggota komisi yang membidangi masalah pendidikan dan kesehatan ini kepada wartawan usai menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan mitra kerja di Hotel Horison Jayapura,Rabu(01/09/2021).
"Kami menilai pergantian Pak Aloysius ini mendadak tanpa ada indikator yang jelas. Kami Komisi V DPRP sangat meyayangkan dan mempertanyakan,"kata Sekretaris Komisi V DPRP, Fauzun Nihayah.
Baca juga: Sepakbola PON XX Papua Putra dan Putri Masuk Group A
"Sebab selama ini sebagai mitra, kami melihat Aloysius sudah sangat optimal bekerja membangun RSUD Jayapura, baik pembenahan manajemen pelayanan maupun pembangunan fisik rumah sakit yang sudah luar biasa,"ujarnya.
Menurut Fauzun,ada banyak indikator yang membuat pihaknya menilai bahwa Aloysius sudah bekerja menyelamatkan rakyat Papua di bidang kesehatan. Kerjanya ini sudah sangat luar biasa.
Oleh karena itu, kata politisi Partai Nasdem ini, Komisi V dalam waktu dekat akan mengirim surat kepada Gubernur Papua melalui pimpinan DPRP secara lembaga untuk meminta penjelasan terkait alasan pergantian Aloysius secara mendadak.
Anggota Komisi V DPR Papua Nason Uti mengatakan, mencari sosok pemimpin di sektor kesehatan di Papua seperti Aloysius Giyai adalah sangat langka.
Baca juga: Kalah di Laga Perdana, BTM Optimis Persipura akan Tunjuk Taring di Partai Selanjutnya
Menurut Nason, jejak karya dan prestasi kerjanya terekam dimana-mana. Mulai dari mengubah RSUD Abepura menjadi rumah sakit terbaik di Papua, memimpin Dinas Kesehatan Papua dan melahirkan program Kartu Papua Sehat (KPS) dan Satuan Tugas Kaki Telanjang dan Terapung (Satgas Kijang), hingga mengubah RSUD Jayapura saat ini.
"Malaikat hitam yang membisik di telinga gubernur Papua supaya Aloysius diganti itu adalah orang yang menggagalkan visi misi gubernur sendiri,"katanya.
Dia menilai, mereka itulah yang merusak pelayanan kesehatan di Tanah Papua.
"Selama ini, kami Komisi V DPR Papua sangat terbantu dengan sejumlah kebijakan Aloysius menyelamatkan masyarakat Papua,"ujarnya.
Baca juga: Update Covid-19 di Papua dan Papua Barat, Selasa 1 Agustus 2021: Total Kasus Capai 54.809
"RSUD Jayapura itu dulu orang palang-palang, saat beliau naik sekarang tidak. Dulu utang banyak sekali sampai 300-an miliar, tapi di masa dia sudah teratasi,"katanya.
Lanjut dia, dulu kumuh lingkungannya, sekarang tertata rapi. Pihaknya pun tenang, gubernur pun tenang selama ini.
"Sebelumnya orang datang demo terus karena buruknya manajemen. Air tidaklah. Obat habislah. Tapi kenapa Aloysius diganti tiba-tiba tanpa alasan yang jelas,"ujarnya.