ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Sosok

Intan Andaru, Dokter PTT Indonesia yang Gemar Menulis Novel Tentang Halmahera dan Papua

Dokter Intan Andaru merupakan sastrawan perempuan yang aktif menulis soal kesehatan di beberapa daerah yang menjadi tempat tugasnya.

Editor: Roy Ratumakin
(Dokumentasi pribadi Intan Andaru)
Sebagian besar karya dokter Intan yang terinspirasi dari fenomena yang diamatinya saat bertugas sebagai dokter di kawasan terpencil di Halmahera Selatan dan Papua. 

TRIBUN-PAPUA.COM: Mengenakan sandal jepit, ia berkeliling Asmat mencari warga yang membutuhkan bantuan kesehatan.

Ditemani kawan yang merupakan relawan gereja, ia membawa obat-obatan standar, stetoskop, serta timbangan.

Dia adalah Dokter Intan Andaru, dokter sekaligus sastrawan perempuan yang telah menulis novel tentang Halmahera hingga Papua.

Baca juga: 695.946 Orang Telah Tervaksin Covid-19 di Provinsi Papua

"Teman saya itu bukan dokter, tapi saya suruh membantu dengan menumbuk puyer," kata Dokter Intan dikutip Tribun-Papua.com dari laman Surya.co.id.

"Kalau berkunjung ke distrik memang saya seringnya blusukan, jadi meskipun seorang dokter, pakainya baju santai seperti ini. Tidak enak rasanya kalau pakai jas. Jas dipakai saat di rumah sakit saja," tuturnya.

Intan mengatakan, awalnya ia hanya ingin berkunjung ke Asmat untuk melakukan riset terkait buku barunya.

Dalam buku tersebut, Intan ingin membahas tentang isu-isu kesehatan, utamanya bagi perempuan Asmat.

Menurut penerima Hibah Perempuan Pekerja Seni Cipta Media Ekspresi 2018 itu, sudah banyak penulis yang menceritakan Asmat dari sisi sosial maupun HAM.

Namun jarang yang menulis tentang soal kesehatan di Asmat.

"Tetapi sepertinya ini keuntungan saya sebagai seorang dokter, karena saya jadi bisa mengangkat cerita dari bidang kesehatan. Dokter jadi penulis kan juga jarang, jadi ya saya ingin mengangkat dari sisi tersebut," jelasnya.

Baca juga: Update: Kasus Kumulatif Kota Jayapura Capai 12.745

Ia bercerita pernah bertemu seorang pria Asmat yang meyakini jika sudah sekali mengunjungi Asmat, pasti akan kembali lagi. Hal tersebut terbukti.

Dokter Intan kembali ke Asmat untuk bertugas sebagai dokter.

"Benar saja, saya sore ini berangkat lagi ke sana. Tidak lagi sebagai periset, tetapi sebagai dokter PTT (Pegawai Tidak Tetap). Saya akan bertugas di sana, RSUD Agats, selama satu tahun," katanya sambil tertawa.

Ini bukan kali pertama Intan menjadi dokter PTT di pelosok Indonesia.

Sebelumnya, ia betugas di Halmahera Selatan, tepatnya di sebuah puskesmas bernama Maffa.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved