Breaking News:

PON XX Papua

Lakukan Sinkronisasi Data, Relawan PON XX Papua yang Belum Divaksin Akan Dikeluarkan

Menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, para relawan yang belum divaksinasi Covid-19 akan dikeluarkan.

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Ridwan Abubakar Sangaji
Tribun-Papua.com/Calvin Louis Erari
RELAWAN PON XX- Para Relawan PON XX Papua saat mendengar arahan Ketua Bidang SDM PB PON XX, Alberto Gonzales Wanimbo di halaman Kantor Otonom Kotaraja, Jumat (13/8/2021) sore. Apabila relawan tidak melakukan verifikasi data hari ini, Sabtu (14/8/2021), maka dianggap undur diri. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, para relawan yang belum divaksinasi Covid-19 akan dikeluarkan.

Hal itu telah disepakati dalam pertemuan antara Sub Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional (PON) Kabupaten Jayapura Bidang Arena, bersama PB PON Bidang Arena.

Kepada awak media Senin (6/9/2021), Pic Bidang Arena Kluster Kabupaten Jayapura Gusti Edwin Rafra, mengatakan selain akan mengeluarkan relawan yang belum tervaksin, pihaknya juga melakukan pengecekan nama berganda.

Baca juga: Soal Mahkota Cenderawasih di PON XX 2021, Ini Kata BBKSDA Papua

Gusti menjelaskan, hal itu sejalan dengan instruksi Bupati Kabupaten Jayapura, yang menginginkan semua volunteer dan masyarakat di sekitar venue telah tervaksin.

Dirinya juga menambahkan, amanat dari PB PON juga menyatakan hal serupa.

Baca juga: 65 Juta Warga Indonesia Tervaksin, Pemerintah: Masih Tersedia, Ayo Segera Vaksinasi

Hal ini tentu menurutnya, sebagai upaya bersama untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, terlebih saat penyelenggaraan PON berlangsung.

Selain persoalan vaksinasi relawan, di pekan kedua September 2021 juga akan digelar Bimtek dengan 231 orang yang tergabung dari manajer, satgas hingga penanggung jawab disiplin permainan.

Baca juga: Semarakkan PON XX Papua, Rudy Project Gelar Foto Kontes Kreatif  Berhadiah Kacamata Kelas Dunia

Ia menegaskan bimtek tersebut akan berlangsung selama 2 hari, dengan menerapkan protokol kesehatan standar yang ketat.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa pihaknya sangat dikejar oleh waktu, terkait dengan banyaknya peralatan yang sementara sedang didistribusikan ke berbagai arena.

"Untuk itu saya minta ke dinas terkait, dalam hal ini Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua, agar memberikan kunci akses masuk ke setiap venue," tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved