KKB Papua
Dituding Langgar HAM, Bupati Maybrat: Isu Pengungsian Dimanfaatkan Oknum Tertentu
Bernard Sagrim menantang pihak tertentu yang menuding adanya pelanggaran HAM dalam penegakan hukum para pelaku penyerangan Posramil Kisor, Maybrat.
TRIBUN-PAPUA.COM, MAYBRAT - Bupati Maybrat Bernard Sagrim menantang pihak tertentu yang menuding adanya pelanggaran HAM dalam penegakan hukum para pelaku penyerangan yang menewaskan 4 prajurit TNI di Posramil Kisor, beberapa waktu lalu.
Apalagi, gelombang pengungsian ratusan warga digoreng sebagai isu untuk membuat situasi keamanan di Papua Barat semaki panas.
"Rupanya situasi ini telah dimanfaatkan oleh pihak tertentu, yang menggoreng kejadian tersebut di publik. Bilang mereka itu, Bupati minta mereka datang ke Maybrat," ujar Sagrim kepada sejumlah awak media, Jumat (10/9/2021).
"Yang bilang melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM), bakar rumah warga, Gereja, dan usir warga. Bilang dorang datang, saya siap beli tiket."
Baca juga: Pendidikan Anak di Pengungsian Terhenti, Ini Kata Bupati Maybrat
Baca juga: Bujuk Ratusan Pengungsi Kembali ke Rumah, Bupati Maybrat: Polisi dan TNI Pelindung Rakyat
Sagrim mengaku siap memfasilitasi oknum-oknum tersebut untuk terjun langsung dan melihat kondisi para pengungsi serta warga Maybrat, secara langsung.
"Saya tantang mereka, dan kami antar hingga ke masing-masing titik untuk menyaksikan langsung, supaya tau," kesal orang nomor satu Maybrat itu.
"Jangan dari luar baru bicara, sebagai orang beragama kita berdosa."
Sebagai orang beragama, kata Sagrim, tidak ada hukum apapun yang membolehkan manusia membunuh sesamanya tanpa salah.
"Apalagi, membantai orang secara sadis seperti di Posramil Kisor," katanya.
Pengungsi di Hutan
Selain itu, terkait persoalan masyarakat yang sedang mengungsi di hutan, pihaknya sejak awal telah memberikan alternatif.
"Kita sudah kasih pilihan, bagi yang masih di rumah jangan keluar. Terus bagi warga di luar harus segera merapat ke pemukiman kerabat terdekat," jelasnya.
Bahkan, Sagrim sudah meminta masyarakat untuk meninggalkan hutan dan kembali ke rumah masing-masing.
Baca juga: 445 Warga Maybrat Mengungsi ke Pedalaman, Bupati: Jangan Takut, Kami Jamin Keselamatan
"Mereka masih sedang bergerak, karena sejumlah akses seperti jembatan telah diputus (KNPB)," katanya.
Sementara, Sagrim menganggap warga tangah mencari alternatif lain untuk turun.
"Namun, rata-rata masyarakat ini sudah ada di Distrik dan Kampung-kampung tetangga," pungkasnya.
Pantauan TribunPapuaBarat.com, sejumlah kampung di sekitar Kisor, telah kosong.
Hingga kini, rumah warga pun telah kosong, dan tak ada aktifitas masyarakat di daerah tersebut.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/bernard-sagrim-1.jpg)