Kamis, 21 Mei 2026

KKB Papua

Tepis Informasi Miring Tentang Maybrat, Bupati Bernard Sagrim Buka Suara

Pasca penyerangan di Posramil Kisor, Kabupaten Maybrat, Papua Barat,pekan lalu yang berujung pada gelombang pengungsian dari Kampung

Tayang:
Penulis: Safwan Ashari Raharusun | Editor: Maickel Karundeng
Tribun-Papua.com/Safwan Ashari Raharusun
Bupati Maybrat, Bernard Sagrim 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MAYBRAT - Pasca penyerangan di Posramil Kisor, Kabupaten Maybrat, Papua Barat,pekan lalu yang berujung pada gelombang pengungsian dari Kampung, sontak mendapatkan respon dari sejumlah pihak.

Mendengar hal tersebut, Bupati Maybrat Bernard Sagrim, pun angkat bicara.

Sagrim mengatakan, rupanya situasi ini telah dimanfaatkan oleh pihak tertentu, yang menggoreng kejadian tersebut di publik.

Baca juga: BRI Liga 1: Hari Ini Persipura Vs Persela, Berikut Prediksi hingga Link Siaran Langsung

"Bilang mereka itu, Bupati minta mereka datang ke Maybrat," kata Sagrim kepada sejumlah awak media, Jumat (10/9/2021).

"Yang bilang melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM), bakar rumah warga, Gereja, dan usir warga. Bilang dorang datang, saya siap beli tiket," ujarnya.

Baca juga: Pendidikan Anak di Pengungsian Terhenti, Ini Kata Bupati Maybrat

Lanjut Sagrim, dirinya siap memfasilitasi oknum-oknum tersebut, untuk masuk dan melihat kondisi masyarakat di Maybrat.

"Saya tantangan mereka, dan kami antar hingga ke masing-masing titik untuk menyaksikan langsung, supaya tau," kata orang nomor satu Maybrat itu.

"Jangan dari luar baru bicara, sebagai orang beragama kita berdosa,"ujarnya.

Baca juga: Antisipasi Klaster Baru Covid-19 usai PON XX Papua, Ini Solusi dari Komjen Paulus Waterpauw

Sebagai orang beragama, kata Sagrim, tidak ada hukum apapun yang membolehkan manusia membunuh sesamanya tanpa salah.

"Apalagi, membantai orang secara sadis seperti di Posramil Kisor," katanya.

Pengungsi di Hutan

Selain itu, terkait persoalan masyarakat yang sedang mengungsi di hutan, pihaknya sejak awal telah memberikan alternatif.

Baca juga: Ribuan Ikan di Anak Sungai Bengawan Solo Mati Mendadak, Ini Kata Penyuluh Perikanan KKP

"Kita sudah kasih pilihan, bagi yang masih di rumah jangan keluar. Terus bagi warga di luar harus segera merapat ke pemukiman kerabat terdekat,"ujarnya.

Ia meminta kepada masyarakat agar jangan ada di hutan, dusun dan lainnya.

Baca juga: Kesiapan Venue PON XX di Klaster Merauke Capai 99 Persen

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved