Breaking News:

Kritik Anggaran Rp680 Miliar di APBD, Wali Kota Makassar: Tak Masuk Akal, Duduk di Warkop Dapat TPP

Total sebanyak Rp 680 miliar dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan untuk dana “senang-senang pegawai”.

Editor: Roifah Dzatu Azmah
(TRIBUN-TIMUR.com/AM IKHSAN)
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto alias Danny Pomanto. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Total sebanyak Rp 680 miliar dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan untuk dana “senang-senang pegawai”.

Adanya anggaran itu, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto mengoreksi sejumlah pos belanja tersebut.

Danny Pomanto mengungkapkan, anggaran yang dipotong dalam APBD Perubahan berupa anggaran belanja bahan bakar sekitar Rp 100 miliar, anggaran pembelian Alat Tulis Kantor (ATK), anggaran belanja makan dan minum pegawai hingga Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sekitar Rp 100 miliar, anggaran gaji Pegawai Kontrak mencapai Rp 500 miliar,

“Pemotongan anggaran ada sekitar Rp 680 Miliar itu terdiri dari beberapa pos belanja. Sebenarnya pemotongan anggaran itu rasionalisasi, karena banyak yang tidak rasional,” kata Danny, Rabu (15/9/2021). 

Baca juga: Rebutan Harta Warisan, Paman dan Ponakan di Aceh Duel Pakai Senjata Tajam, Polisi Turun Tangan

Baca juga: Bupati Maybrat : Dalam Waktu Dekat Masyarakat Kampung Susumuk Akan Dipulangkan

Danny Pomanto mencontoh hitungan tentang bahan bakar kendaraan dihitung dengan jumlah kendaraan sudah 20 tahun sampai sekarang.

Kendaraan ada dalam daftar anggaran, tapi tidak ada dalam operasional.

“Kendaraan operasional cuma 4.000 lebih kendaraan, tapi cuma berapa yang beroperasi. Jadi anggaran kendaraan dinas kita potong biayanya termasuk kendaraan dinas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar dari segi BBM dan bengkelnya,” katanya

Menurut Danny Pomanto, pemotongan anggaran ini merupakan anggaran untuk senang-senang pegawai.

Selama ini, anggaran setiap kendaraan dinas mencapai 10 liter per hari.

“Masa sampai 10 liter per hari setiap kendaraan, kan tidak masuk di akal. Saya hitung 7 liter per hari saja, sudah sangat luar biasa,” jelasnya. 

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved