Breaking News:

KKB Papua

Tragedi Kisor Berdarah, Bupati Maybrat: Jangan Dimanfaatkan untuk Kampanye Simpati

Sagrim juga meminta agar oknum-oknum tertentu tidak memanfaatkan situasi Maybrat, untuk melakukan kampanye simpati.

Penulis: Safwan Ashari Raharusun | Editor: Paul Manahara Tambunan
Tribun-Papua.com/Kompas.com
Bupati Maybrat Bernard Sagrim bersama Dandim 1809/Maybrat kunjungi Warga pengungsian. (Maichel KOMPAS.com) 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUN-PAPUA.COM, MAYBRAT - Bupati Maybrat Bernard Sagrim meminta seluruh pihak agar jangan memanfaatkan situasi pasca tragedi Kisor berdarah yang terjadi pada 2 September lalu.

"Bagi semua pihak jangan melakukan share informasi yang tidak benar," ujar Sagrim kepada sejumlah awak media, termasuk TribunPapuaBarat.com, Selasa (14/9/2021). 

Jika mau, lanjut dia, lebih elok pihak tersebut langsung ke Maybrat, sehingga mendapatkan data yang valid. 

Baca juga: Pesawat Rimbun Air Hilang Kontak di Intan Jaya Berisi 3 Kru, Berikut Namanya

"Kalau mau soal jumlah masyarakat, maka langsung kita kasi data yang akurat. Supaya berbicara itu dengan data yang sebenarnya," ucapnya. 

Sagrim juga meminta agar oknum-oknum tertentu tidak memanfaatkan situasi Maybrat, untuk melakukan kampanye simpati seperti peduli dan lainnya. 

"Peduli-peduli kita Pemda di sini tidak butuh, mau kasih siapa," tuturnya. 

Baca juga: Persiapan Tim Poomsae PON Papua 95 Persen, Master Sulis: Siap Harumkan Bumi Cenderawasih 

"Yang namanya peduli untuk mengatasnamakan orang, dan mengumpulkan sesuatu semua itu tidak jelas peruntukannya."

Sagrim menegaskan jangan lagi ada oknum yang memanfaatkan situasi di daerahnya. 

"Sebagai bupati, saya juga sedikit kecewa dengan hal yang digunakan untuk kepentingan orang tertentu," imbuhnya. 

Baca juga: Bupati Maybrat Bantah Informasi 2.086 Jiwa Pengungsi, Warga Tidak Banyak

Diketahui, saat ini sejumlah daerah seperti Jayapura, Manokwari dan Sorong, telah melakukan gerakan peduli untuk warga yang mengungsi di Kabupaten Maybrat, pasca penyerangan Posramil Kisor yang berbuntut gugurnya 4 prajurit TNI. 

"Sebenarnya tidak perlu, mau peduli siapa? Kalau peduli kamu naik ke Maybrat, bupati sudah siap anggaran untuk mobilitas," tegas Sagrim. 

"Peduli itu langsung ke tempat kejadian perkara (TKP), bukan peduli di pinggir-pinggir," sindirnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved