Breaking News:

Viral Video Aksi Heroik Anggota Brimob di Lampung, Bekuk Calon Penumpang KA yang Ngamuk Bawa Sajam

Viral video yang memperlihatkan aksi heroik seorang anggota Brimob Polda Lampung meringkus calon penumpang kereta api yang mengamuk.

Editor: Roifah Dzatu Azmah
(KOMPAS.COM/Capture video)
Tangkapan layar video aksi Bripka Muazam saat meringkus calon penumpang kereta api yang mengamuk di Stasiun Tanjung Karang. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Viral di media sosial, sebuah video yang memperlihatkan aksi heroik seorang anggota Brimob Polda Lampung meringkus calon penumpang kereta api yang mengamuk.

Dalam dua video yang berdurasi 30 detik dan 28 detik tersebut, calon penumpang itu nekat menerobos pintu masuk tanpa tiket, surat antigen dan surat vaksin.

Terlihat juga seorang anggota kepolisian menenangkan pria berkaus biru di lokasi yang berada di area parkir Stasiun Tanjung Karang.

Baca juga: Evakuasi Pesawat Rimbun yang Jatuh di Daerah Rawan KKB akan Melibatkan TNI-Polri hingga Masyarakat

Baca juga: Oknum Guru di Pondok Lecehkan Belasan Murid Laki-laki dalam Setahun, Begini Pengakuannya ke Polisi

Disebutkan pria tersebut mengamuk sambil membawa sebilah pisau.

Humas PT KAI Divre IV Tanjung Karang, Jaka Jakarsih membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurut Jaka, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (11/9/2021) sekitar pukul 15.00 WIB.

Jaka mengatakan, pria yang belakangan diketahui berinsial ZA (54) warga Kabupaten Bangka itu mengamuk sambil membawa sebilah pisau.

"Pelaku mengancam dan menodongkan pisau ke petugas keamanan. Selain itu pelaku juga memecahkan kaca pintu ruang VIP," kata Jaka saat dihubungi, Selasa (14/9/2021) malam.

Jaka mengatakan, pelaku sebenarnya sudah datang dua jam sebelum kejadian dan ingin menaiki KA Kuala Stabas tujuan Baturaja, Sumatera Selatan.

Menurut Jaka, pelaku tidak memiliki tiket serta surat persyaratan menaiki kereta api di masa pandemi, yakni surat antigen negatif ataupun surat sudah divaksin.

"Petugas kami sudah menjelaskan bahwa syarat naik kereta api harus memiliki tiket, surat rapid antigen dan surat vaksin. Tetapi pelaku tetap memaksa," kata Jaka.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved