Sabtu, 2 Mei 2026

Video Viral Pemuda Curi Besi Penutup Gorong-gorong, Sebabkan Pejalan Kaki Sering Terperosok

Sejumlah pemuda terekam mencuri besi penutup lubang gorong-gorong di trotoar di Pasar Sore, Jalan Diponegoro, Kelurahan Gladak Anyar.

Tayang:
(KOMPAS.COM/TAUFIQURRAHMAN)
Tiga pemuda di Kabupaten Pamekasan terekam video saat mencuri besi penutup trotoar. Akhir-akhir ini marak pencurian besi penutup trotoar di Pamekasan sehingga meresahkan warga. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Sejumlah pemuda terekam mencuri besi penutup lubang gorong-gorong di trotoar di Pasar Sore, Jalan Diponegoro, Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Pamekasan, pada Selasa (14/9/2021).

Aksi sejumlah pemuda itu membuat warga Pamekasan resah.

Akibatnya, banyak lubang gorong-gorong di trotoar yang semula tertutup besi, kini jadi bolong.

Bahkan menyebabkan pejalan kaki sering terperosok ke lubang karena mengira masih ada penutupnya.

Baca juga: Mengenal Sejarah dan Apa Itu KNPB, Diduga Kuat Aktor yang Menyerang Nakes Kiwirok

Baca juga: Eks Juventus Sebut Macan Kemayoran Berlatih Sangat Keras Demi Jegal Bangkitnya Persipura

Pencurian itu terjadi  Rekaman video aksi pencurian itu kemudian menyebar di sejumlah media sosial.

Prayitno, salah satu warga Kelurahan Gladak Anyar mengatakan, aksi pencurian penutup besi gorong-gorong di trotoar memang kerap terjadi. Bahkan, gorong-gorong di beberapa titik sudah tidak ada penutupnya.

"Kemarin waktu malam hari lampu penerang jalan umum dimatikan oleh pemerintah, banyak orang terperosok ke dalam lubang trotoar," kata Prayitno saat dikonfirmasi, Jumat (17/9/2021).

Prayitno menambahkan, sudah sering kejadian pencurian besi penutup lubang trotoar itu dilaporkan kepada kelurahan dan Pemkab Pamekasan. Namun aksi pencurian tidak kunjung reda.

"Biasanya aksi pencurian itu dini hari. Seperti di rekaman itu aksinya malam hari saat sepi," imbuh Prayitno.

Baca juga: DPP Demokrat Keluarkan SK bagi Kenius Kogoya dan Yunus Wonda

Agar pejalan kaki trotoar tidak terperosok, warga berinisiatif menutupi lubang dengan bahan seadanya, seperti papan kayu atau rakitan bambu.

"Kasihan kalau warga sering terperosok dan tercebur ke dalam got. Kita tutup pakai kayu," ungkap Prayitno.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan Cahya Wibawa saat dikonfirmasi soal rekaman pencurian besi penutup trotoar itu mengaku tidak tahu lokasinya di mana.

Namun, ia mengakui akhir-akhir ini sering terjadi pencurian penutup trotoar.

"Sudah tidak terhitung berapa besi penutup trotoar yang hilang. Tapi yang hilang, sebagian sudah kami ganti," kata Cahya Wibawa melalui telepon seluler.

Cahya menambahkan, agar penutup lubang trotoar itu tidak dicuri lagi, diganti dengan beton cor. Saat ini, sejumlah penutup lubang gorong-gorong yang telah diganti beton cor tidak hilang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved