Viral Video Napi di Lapas Medan Ngaku Diperas Rp40 Juta untuk Keluar, Ini Kata Kemenkum HAM
Video seorang penghuni lapas tengah meringis kesakitan di sebuah lapas, viral di media sosial.
TRIBUN-PAPUA.COM - Video seorang penghuni lapas tengah meringis kesakitan di sebuah lapas, viral di media sosial.
Dalam video yang kemungkinan direkam dengan kamera ponsel menyebutkan peristiwa ini terjadi di dalam sel Lapas Kelas I Tanjung Gusta, Kota Medan.
Setelah membuka baju, tampak sekujur tubuh bagian belakang korban mengalami luka-luka memar diduga akibat terkena pukulan.
"Inilah tindakan pegawai Lapas Kelas I Medan. Kami bukan binatang. Kami manusia, Pak. Kami di-deren (peras) sampai bertahun-tahun, masalah kecil aja," curhat si narapidana.
"Diminta uang Rp 30 juta-Rp 40 juta, baru bisa keluar. Kalau enggak, kami dipukuli seperti ini. Kalau enggak kasih uang," katanya lagi.
Baca juga: Nakes yang Mengabdi di Pedalaman Papua Jadi Korban KKB, Lukas Enembe Sayangkan: Harus Diselesaikan
Baca juga: Sebelum Ditunjuk Golkar Sebagai Cawagub, Komjen Paulus sudah duduki 25 Jabatan di Kepolisian
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Dan HAM Sumatera Utara menyelidiki dugaan penganiayaan dan pemerasan oleh oknum pegawai .
Video dugaan penganiayaan dan pemerasan ini telah beredar di internet.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Dan HAM Sumatera Utara (Kakanwil Kemenkumham Sumut) Imam Suyudi mengaku telah memerintahkan bagian Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Sumut untuk menyelidikinya.
"Ya, sehubungan dengan hal tersebut, pihak Divisi Pemasyarakatan melakukan pemeriksaan kepada seluruh pihak yang terkait," katanya, Sabtu (18/9/2021).
Ia berjanji akan mendalami kebenaran video tersebut.
Dikatakannya jika terbukti adanya pemerasan ataupun penganiayaan yang dilakukan oknum pegawai Lapas, ia akan menindak oknum tersebut sesuai dengan peraturan yang ada.
"Akan kami dalami siapa saja yang bersalah akan kami tindak sesuai peraturan perundangan," pungkasnya.
Baca juga: Bocah SMP yang Dirudapaksa Ayah dan Kakak Kandung Trauma dan Enggan Pulang, Nangis saat Pelaku Lewat
Baca juga: 6 Hari Keberadaan Tenaga Kesehatan, Gerald Sokoy Belum Diketahui, Netizen Ramai-ramai Kirim Doa
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas I Tanjung Gusta Medan, Erwedi Supriyatno pun mengatakan melakukan pemeriksaan.
"Kami sedang melakukan penyelidikan dan pemeriksaan, kami nyatakan benar video itu di Lapas Klas 1 Medan. Tapi kami sedang melakukan pemeriksaan bersama tim dari Kanwil Kemenkumham Sumut, seperti apa kejadian tersebut. Semoga nanti diperoleh hasilnya segera," katanya.
Terkait perkataan dalam video viral tersebut yang menyebutkan adanya dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum pegawai di lapas agar para napi bisa bebas dengan membayar uang puluhan juta, lelaki yang juga menjabat sebagai Plh Kadivpas Kemenkumham Sumut ini langsung membantah hal tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/kepala-lembaga-pemasyarakatan-kalapas-klas-1a-tanjung-gusta-medan.jpg)