Selasa, 21 April 2026

KKB Papua

Praktisi Hukum Buka Suara Soal Pembantaia Sadis KKB terhadap Suster di Kiwirok Pegunungan Bintang

Penyerangan dan pembunuhan terhadap nakes di kiwirok membuka tabir dunia tentang kebiadaban KKB dalam melakukan aksi dan teror.

Editor: Ri
Kodam XVII/Cenderawasih
Satu di antara tenaga kesehatan (nakes) korban kekerasan KKB di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang saat mendapatkan perawatan di RS Marthen Indey, Kota Jayapura. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Penyerangan dan pembunuhan terhadap nakes di kiwirok membuka tabir dunia tentang kebiadaban KKB dalam melakukan aksi dan teror.

Kecaman diketahui muncul dari kalangan masyarakat hingga organisasi ataupun Lembaga dan instansi.

Bahkan salah seorang pegiat HAM yang dikenal mendukung upaya pembebasan papua, Vernonica Koman mengecam aksi tersebut.

Menurutnya tindakan biadab dengan melakukan pembunuhan terhadap warga sipil tidak bisa dibenarkan.

“Saya mengutuk keras aksi biadab KKB yang melakukan penyerangan ke Puskesmas Kiwirok hingga akhirnya memakan korban jiwa seorang perawat. Saya turut berduka atas peristiwa tersebut,” ucapnya dalam rilis yang diterima, Selasa (21/9/2021) malam.

Baca juga: Ini Cara Jenderal Bintang Tiga Asal Papua, Berikan Motivasi Bagi Atlet

Aksi-aksi KKB dalam melakukan teror bukan baru saat ini terjadi, dalam beberapa tahun silam eksistensi KKB selalu memakan korban dan masih menjadi momok bagi situasi keamanan.

Sementara itu, praktisi hukum, Sandi Simatupang mengaku pernah melakukan observasi ke Nduga menyebutkan jika KKB selalu membuat kekacauan yang meresahkan untuk mengganggu stabilitas keamanan di Papua.

Jika ada kecenderungan dari sejumlah elemen baik dalam tingkat keorganisasian masyarakat ataupun lembaga berbadan hukum yang secara sembunyi-sembunyi mendukung aksi separatisme di Papua.

“Seakan sudah menjadi rahasia umum, ya. dukungan terhadap kelompok separatis. Ini menjadi PR besar bagi pemecahan masalah keamanan di Papua,” jelasnya.

“Tentu hal semacam ini telah menyulitkan semua pihak untuk segera menuntaskannya, istilahnya musuh dalam selimut,” tembahnya.

Baca juga: Tertembak di Kepala, 1 Anggota TNI AD Tewas di Tangan KKB saat Evakuasi Jenazah Suster Gabriella

Atas banyaknya kekerasan dan aksi biadab yang dilakukan oleh KKB, dirinya terus berupaya mendesak aparat keamanan agar segera melakukan tindakan tegas.

Dirinya juga memperingatkan kepada lembaga yang sebelumnya kerap berkoar tentang keadilan dan hak asasi manusia untuk objektif dalam menilai sebuah kasus.

“Saya tidak mendengar ucapan bela sungkawa ataupun kecaman dari praktisi HAM terkait kasus di Kiwirok,” jelasnya.

“Sebagai orang yang menjunjung tinggi martabat manusia kalian jangan pernah menutup mata dan hati. Katakana salah jika itu salah,”tegas Sandi.

Secara terang Sandi juga mengkritik pernyataan Amnesti Internasional Indonesia yang meminta pendekatan keamanan dalam penanganan kasus Papua kembali ditinjau.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved