KKB Papua
Praktisi Hukum Buka Suara Soal Pembantaia Sadis KKB terhadap Suster di Kiwirok Pegunungan Bintang
Penyerangan dan pembunuhan terhadap nakes di kiwirok membuka tabir dunia tentang kebiadaban KKB dalam melakukan aksi dan teror.
Dirinya mengatakan jika pernyataan Amnesti Internasional Indonesia tidak tepat dalam melihat situasi yang ada saat ini.
Baca juga: Komnas HAM Nilai Aksi KKB di Kiwirok bukan Bentuk Perjuangan Papua Merdeka, Tetapi Kriminal Murni
“Saya kira tidak ada korelasi yang mendasar, jangan mulai beropini seolah mendukung separatisme. KKB adalah ancaman nyata, tidak akan ada ruang diskusi seperti yang mereka pikirkan.,” cetusnya.
Sandi mengingatkan agar Amnesty Internasional Indonesia bisa lebih bijak menyikapi permasalahan teror bersenjata.
Aparat keamanan dikatakan Sandi juga memahami bagaimana penerapan dalam menghormati HAM, namun situasi dalam ancaman peluru tentu tidak semudah yang dipikirkan.
Sandi lantas menjabarkan peristiwa penangkapan Senat Soll di Yahukimo pada 2 September 2021 lalu.
Baca juga: Kesaksian Suster Puskesmas Kiwirok, Mengaku Punggungnya Ditebas Parang oleh KKB
“Tentu saya hormati mereka sebagai lembaga HAM. Namun coba lebih pahami situasi di Papua, jangan hanya ikut campur saat terjadi peristiwa besar. terakhir seorang KKB Yahukimo ditangkap tanpa dibunuh, ini sudah mementahkan pernyataannya sebelumnya ya. Entah mereka tahu atau tidak tentang peristiwa itu,” beber Sandi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/18092021-nakes-1.jpg)