Rabu, 15 April 2026

PON XX Papua

Sosok Kartika Monim, Legenda Hidup Voli Papua Pembawa Obor Api PON XX 

Kesetiaannya terhadap Papua benar-benar telah teruji. Sebab dalam 2 kali gelaran PON, setelah PON X di Jakarta, ia selalu mewakili tanah kelahirannya.

Tribun-Papua
PON XX PAPUA - Sosok atlet legendaris Voli nasional asal Papua, Kartika Monim yang akan membawa Obor Api PON XX di Kabupaten Jayapura.(Dok: Kartika Monin/Mace Papua Pu Cerita dari Timur) 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Legenda hidup Voli Papua, Kartika Monim, terpilih menjadi salah satu pembawa obor api PON XX, yang akan berlangsung 2 Oktober 2021. 

Dalam sebuah sesi wawancara yang diikuti Tribun-Papua.com Senin (27/9/2021), Kartika Monim menceritakan sepak terjangnya menjadi atlet nasional voli.

"Iven voli yang saya ikuti dari Pekan Olahraga Daerah (Porda), kemudian PON hingga masuk menjadi timnas," katanya. 

Baca juga: Kartika Monim, Legenda Hidup Voli Papua, Pembawa Obor Api PON XX

Kartika memiliki motivasi untuk masuk menjadi timnas Voli kala itu, ketika dirinya melihat ada pemain Irian Jaya, bernama Olce Rumaropen, yang hingga kini menjadi panutannya. 

Sebagai atlet yang tercatat menjadi salah satu pilar nasional bola voli Indonesia, torehan prestasi seorang Kartika Monim, tak perlu diragukan lagi. 

Baca juga: Hari Pertama, Penonton Padati Venue Cabor Panjat Tebing PON XX Papua di Mimika

Debut Kartika di dunia Cabang Olahraga (Cabor) Voli dimulai 1981, dari turnamen antar kampung. 

Dirinya tergabung di Klub bernama Putali besutan trio Laurens Monim, Yosephus Monim, dan Mathias Monim. 

Melalui pertandingan di antar kampung, potensinya mulai dilirik oleh pelatih Voli Kabupaten Jayapura Yohanes Tukayo. 

Baca juga: Kirab Api PON Dilepas dari Sorong ke Lima Wilayah Adat di Tanah Papua

Dari kaca mata pelatih yang jeli melihat kemampuannya, akhirnya Kartika terpilih mewakili Kabupaten Jayapura, di ajang PORDA. 

Dalam iven PORDA tersebut, kelihaiannya berhasil mencuri perhatian Rudi Wacano, seorang pelatih klub voli. 

Singkat cerita, Agustus 1981 Tika berhasil masuk dalam skuat Irian Jaya (nama Papua pada masa itu). 

Pertandingan petamanya bersama klub tersebut, yakni mengikuti Kapolri Cup di Jakarta. 

Saat turnamen berlangsung, Irian Jaya harus berpuas di posisi ketiga. 

Baca juga: Pentolan KKB Yahukimo Senat Soll Meninggal di RS Bhayangkara Jayapura

Namun dari iven inilah Kartika mulai dinobatkan sebagai pemain terbaik dan juga smasher terbaik.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved