KKB Papua
Gelar Olah TKP di Posramil Kisor, Komnas HAM: Ada Pelanggaran
Komnas HAM Perwakilan Papua dan Papua Barat menggelar investigasi pada Jumat hingga Minggu di Posramil Kisor, Kabupaten Maybrat, Papua Barat.
Penulis: Safwan Ashari Raharusun | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun
TRIBUN-PAPUA.COM, SORONG - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua dan Papua Barat, menggelar investigasi pada Jumat hingga Minggu, di Posramil Kisor, Kabupaten Maybrat, Papua Barat.
Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua dan Papua Barat, Frits Ramandey mengatakan, Komnas HAM turun di Maybrat, sebab adanya peristiwa pembantaian 4 prajurit di Kisor.
Selain itu, ada sejumlah masyarakat yang lari untuk mengamankan diri ke kampung tetangga.
Baca juga: Tim Sepak Bola NTT Bentrok Jawa Barat Sore Ini, Berikut Susunan Pemainnya
"Sehingga kami memandang ini penting agar kami lakukan pemantauan dan investigasi, terkait kasus tersebut," ujar Ramandey, saat dihubungi TribunPapuaBarat.com, Kamis (30/9/2021).

Selama di Maybrat, pihaknya langsung menggelar sejumlah kegiatan, mulai dari meninjau Posramil Kisor, rumah warga dan meminta keterangan dari anggota TNI serta terduga pelaku yang sedang ditahan.
"Kami lakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Posramil, kemudian lanjut melihat situasi kampung dan bertemu dengan sejumlah pihak di Maybrat," tuturnya.
Baca juga: Banten Jadi Kontingen Pertama Ikuti Tour Wisata Gratis PON XX Papua
Ia mengungkap, dari hasil olah TKP pihaknya menemukan motif dari penyerangan Posramil oleh kelompok sipil.
"Jadi itu sudah direncanakan oleh kelompok sipil, kurang lebih 5 sampai 7 orang merangsek masuk ke dalam pos," ujar Ramandey.
"Paling tidak ada tujuh anggota yang dibacok, empat orang meninggal, dua sedang dirawat dan lainnya selamat,"
Tak hanya itu, Ramandey mengaku sangat mengapresiasi kesabaran anggota TNI saat kejadian.
Baca juga: DKI Jakarta Melaju ke Semifinal Baseball Putra Usai Taklukkan Papua
"Sekalipun di bantai, anggota TNI tidak langsung melakukan perlawanan untuk menembak warga. Mereka hanya mengeluarkan tembakan peringatan ke udara sembilan kali, dua di tanah dan satu di dinding," jelasnya.
Ramandey memberikan apresiasi yang luar biasa kepada aparat, sebab tidak menembak langsung orang.
Padahal dalam posisi sementara terkepung banyak orang.
Baca juga: Laga Terakhir Penyisihan Baseball, DKI Jakarta Tundukkan Tuan Rumah Papua 15-0
"Selain protap, aparat yang dalam kondisi terkepung di Posramil Kisor, masih punya pertimbangan kemanusiaan, yang sangat ksatria," ungkapnya.