Breaking News:

KKB Papua

Komnas HAM Gandeng 4 Psikolog Uncen Lakukan Pendampingan kepada 9 Korban Kerusuhan di Kiwirok

Kami sudah dua minggu mendampingi mereka untuk memberikan keterangan di Polda. Sejauh ini, mereka mengalami kemajuan dari sisi mental

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua
KKB PAPUA - Komnas HAM Papua berkolaborasi dengan 4 Psikolog dari Uncen, untuk melakukan pendampingan bagi para nakes di Jayapura, Jumat (8/10/2021).  

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) perwakilan Papua, menggandeng 4 psikolog dari Universitas Cenderawasih (Uncen), guna pendampingan para tenaga Kesehatan (Nakes) korban kerusuhan di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua.

Pasca Nakes Diserang, Pemberian Imunisasi di Pegunungan Bintang Alami Kendala

Hal itu diungkapkan Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua Frits Bernard Ramandey, kepada Tribun-Papua.com, di Jayapura Jumat (8/10/2021).  "Kami sudah dua minggu mendampingi mereka untuk memberikan keterangan di Polda," ucapnya. 

Pihaknya juga bersama Psikolog dari Uncen mengadakan pertemuan, dan melakukan percakapan untuk melihat kondisi 9 nakes tersebut. "Sejauh ini, mereka mengalami kemajuan dari sisi mental," imbuhnya. 

Dirinya juga menjelaskan kondisi terkini para nakes, yang berdasarkan pantauan pihaknya, mulai membaik secara psikologis, dan sebagian membutuhkan penyegaran untuk kembali ke pihak keluarga. 

Setelah dilakukan pendampingan, Frits berharap agar para nakes tersebut, dapat segera pulih, dan beraktivitas normal. 

Tokoh Masyarakat Pegunungan Bintang Kutuk Lamek Taplo: Keberadaannya Harus Cepat Dibasmi

Selain mendampingi 9 nakes itu, Komnas HAM juga terus berkoordinasi, dengan Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang, soal pemberian hak-hak secara penuh dan rutin. "Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang telah berkomitmen soal hal itu," tandasnya. 

Frits juga mengatakan, Komnas HAM juga mengingatkan Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang, agar kontrak para nakes tetap berjalan, hingga selesai.

Namun, Frits menegaskan keputusan untuk kembali bekerja sebagai tenaga kesehatan di Pegunungan Bintang, diserahkan kembali kepada para nakes tersebut. "Pilihan kembali atau tidak, ada di tangan para nakes, kita hanya memperjuangkan hak-hak mereka," kata Frits. 

Anggota Brimob Korban Tembak KKB di Pegunungan Bintang Diterbangkan ke Kampung Halaman

Komnas HAM juga akan mengupayakan kemudahan mengurus surat ataupun dokumen penting para nakes, yang terbakar ataupun hilang.

Sebelumnya diketahui, beberapa waktu lalu terjadi penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang

Dari insiden tersebut, sejumlah nakes menjadi korban dan harus dievakuasi ke Jayapura, untuk penanganan medis lebih lanjut.(*) 

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved