PON XX Papua
Pesta Gol 5-1 Papua Tundukkan Kalimantan Timur, Siap Hadapi Partai Final
Kemenangan Papua dicetak oleh Ricky Cawor ('38) ('77), I Nyoman Ansanay ('65) dan Arody Uopdana ('71) dan Samuel Balinsa ('86).
Penulis: Arni Hisage | Editor: Roy Ratumakin
Skor berubah 0-1 untuk keunggulan Kalimantan Timur.
Baca juga: 7 Atlet di PON Papua Keluar dari Tempat Isolasi sebelum Selesai, Jokowi Minta Kembali Dikarantina
Tertinggal satu gol, Papua langsung melancarkan serangan bertubi-tubi ke pertahanan tim lawan.
I Nyoman Ansanay hampi membobol gawang Kalimantan Timur menit ke 24 lewat tendangan bebas satu meter diluar kotak pinalti.
Namun Sayang, tendangan terukurnya masih mampu ditangkap oleh Andy Fathur, penjaga gawang Kalimantan Timur.
Baca juga: Timnas Indonesia Menang Telak dari Taiwan, Shin Tae-yong: Pemain Paham Taktik yang Saya Inginkan
Papua benar-benar ingin keluar dari tekanan, serangan bombardir benar-benar dilancarkan tuan rumah.
Serangan bertubi-tubi tuan rumah akhirnya mendapatkan hadiah tendangan pinalti pada menit ke 38 akibat Arody Uopdana dilanggar dalam kotak enam belas meter.
Ricky Cawor yang ditunjuk sebagai algojo tendangan pinalti dengan tenang berhasil menembak bola ke sudut kanan gawang Kalimantan Timur.
Sang kapten akhirnya kembali mengubah kedudukan menjadi 1-1 untuk kedua tim kesebelasan.
Hingga tambahan waktu babak pertama dua menit, kedua tim belum mampu mengubah skor pertandingan.
Usai turun minum, kedua tim kembali mencoba mengatur strategi penyerangan.
Papua langsung mendapat dua kali kesempatan tendangan pojok pada awal babak kedua namun belum berhasil merubah kedudukan.
Rotasi akhirnya dilakukan tim tuan rumah, Giovani Numberi ditarik keluar dan memasukkan Marthin Dusay guna mengisi pos pertahanan.
Baca juga: Wapres Maruf Amin Dijadwalkan Kunjungi Papua Barat
Kalimantan Timur berusaha keluar dari tekanan, memanfaatkan lebar lapangan lewat kedua penyerang sayapnya.
Eduard Ivakdalam kembali melakukan perubahaan strategi dengan memasukkan nama Rafiko Nawipa.
Jefron Sitawa harus ditarik keluar karena kurang dapat mengembangkan permainan di lini serang.