Breaking News:

Penyelidikan Pedagang Jadi Tersangka seusai Dianiaya Preman Tak Profesional, Kapolsek akan Dicopot

Kasus pedagang cabai yang dianiaya preman dinilai tidak profesional, membuat Kapolsek dan Kanit Res Intel Polsek Percut Sei Tuan dicopot.

(Dok. ISTIMEWA)
Tangkapan layar video viral pedagang perempuan diduga dianiaya preman di Pasar Gambir Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara, 8 September 2021 lalu. Si pedagang dan penganiayanya saling lapor ke polisi. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Penyelesaian kasus pedagang cabai yang dianiaya preman dinilai tidak profesional, membuat Kapolsek dan Kanit Res Intel Polsek Percut Sei Tuan dicopot dari jabatannya.

Diketahui, korban yakni pedagang cabai bernama Liliwari Iman Gea justru ditetapkan sebagai tersangka karena dilaporkan si preman.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyampaikan keduanya terbukti melakukan penyidikan yang tidak profesional.

"Setelah dilakukan oleh audit penyidikan berkaitan dengan kasus tersebut bahwa ditemukan adanya penyidikan yang tidak profesional yang dilakukan oleh Polsek Percut Sei Tuan Medan sehingga pada 12 Oktober 2021, Kanit Res Intel Polsek Percut Sei Tuan dicopot dari jabatannya oleh Kapoltabes Medan," kata Argo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (13/10/2021).

Baca juga: Anak Tak Mau Membantu Menyambit Rumput, Ayah Aniaya hingga Tewas di Depan Ibu dan Adik Korban

Baca juga: Disorda Papua Siapkan Tim Khusus untuk Rawat Venue setelah PON dan Peparnas di Papua Berakhir

Sementara itu, Argo menuturkan pencopotan Kapolsek Percut Sei Tuan masih dalam proses.

Nantinya, pencopotan ini masih menunggu keputusan dari Kapolda Sumatera Utara.

"Untuk Kapolsek Percut Sei Tuan dalam proses karena untuk Kanit itu kewenangan dari Kapoltabes sedangkan untuk Kapolsek itu kewenangan dari Bapak Kapolda. ini Kapolsek Percut Sei Tuan dalam proses terbukti tidak profesional akan dicopot juga sama bapak Kapolda," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Polri mulai melakukan gelar perkara kasus pedagang cabai di Deli Serdang, Sumatera Utara, Liliwari Iman Gea ditetapkan sebagai menjadi tersangka penganiayaan usai cekcok dengan preman pasar.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan kasus tersebut kini telah diambil alih oleh Polda Sumatera Utara.

Kapolda Sumatera Utara imbau pelaku lainnya segera menyerahkan diri

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved